Pada akhirnya, Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat boleh berbeda dalam administrasi pemerintahan, tetapi keduanya memiliki sejarah yang sama, ruang ekonomi yang sama, dan masa depan yang sama. Kawasan ini telah dianugerahi hampir seluruh prasyarat yang dibutuhkan untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan baru di Sumatra: energi, perkebunan, kelautan, pelabuhan, dan posisi geografis yang strategis. Persoalannya bukan lagi apakah Tanjung Jabung memiliki potensi, melainkan apakah terdapat keberanian untuk mengelolanya dengan cara yang berbeda.

Masa depan Tanjung Jabung tidak ditentukan oleh berapa banyak minyak yang dapat dipompa dari perut bumi atau berapa luas kebun yang dapat dibuka. Masa depan kawasan ini akan ditentukan oleh kemampuan mengubah kekayaan alam menjadi nilai tambah, mengubah komoditas menjadi industri, serta mengubah keunggulan geografis menjadi keunggulan ekonomi yang berkelanjutan. Energi suatu saat akan berkurang, harga komoditas akan terus berfluktuasi, tetapi tata kelola yang baik akan selalu melahirkan kemajuan.

Karena itu, Tanjung Jabung terlalu strategis untuk dikelola secara biasa. Kawasan ini tidak boleh hanya menjadi penghasil bahan mentah atau sekadar pintu keluar komoditas. Tanjung Jabung harus tumbuh menjadi pusat energi, pusat industri hilir kelapa dan perkebunan, pusat ekonomi maritim, serta simpul perdagangan yang menghubungkan Jambi dengan dunia luar.

Sejarah telah menempatkan Tanjung Jabung di pintu timur Jambi. Alam telah menghadiahkan energi, laut, perkebunan, dan sumber daya yang melimpah. Kini, pertanyaannya bukan lagi apa yang dimiliki Tanjung Jabung, melainkan apa yang akan dilakukan terhadap seluruh anugerah tersebut. Sebab, daerah besar tidak lahir karena kekayaan alamnya, melainkan karena kemampuannya mengubah potensi menjadi produktivitas, mengubah sumber daya menjadi nilai tambah, dan mengubah peluang menjadi kemajuan. Jika lompatan itu mampu diwujudkan, maka Tanjung Jabung tidak hanya akan menjadi beranda energi dan gerbang kemajuan Jambi, tetapi juga salah satu penentu arah masa depan ekonomi Provinsi Jambi pada dekade-dekade mendatang.