“Kami bersyukur bisa meraih posisi kedua. Ini hasil dari usaha dan kekompakan tim selama ini,” ujarnya usai perlombaan.
Anggota DPRD Bangkalan itu menambahkan, persiapan dilakukan secara matang, mulai dari perawatan sapi hingga latihan joki agar dapat tampil maksimal di setiap lintasan.
“Yang terpenting bukan hanya hasil, tetapi bagaimana kami menjaga konsistensi dan terus berbenah ke depan,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa kerapan sapi bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari budaya yang harus terus dilestarikan oleh masyarakat Madura.
“Kami ingin tetap menjaga tradisi ini agar terus hidup dan dikenal generasi berikutnya,” tegasnya.
Dengan capaian tersebut, Banditz Pertelon diharapkan mampu terus bersaing di berbagai ajang berikutnya. Semangat dan pengalaman yang didapat menjadi modal penting untuk meraih hasil yang lebih baik di masa mendatang.