Jakarta, Transatu.idHarga emas perhiasan pada Selasa, 24 Maret 2026 terpantau pada pukul 04.00 WIB mengalami penurunan tajam.
Pelemahan ini merupakan lanjutan dari tren perdagangan pada Senin (23/3), di mana sejumlah platform penjualan emas mencatatkan koreksi signifikan.
Berdasarkan data dari laman resmi Raja Emas Indonesia dan Lakuemas, harga emas perhiasan kompak anjlok dalam satu hari perdagangan.
Di Raja Emas Indonesia, harga emas perhiasan sebelumnya berada di level Rp2.140.000 per gram, kini turun drastis menjadi Rp1.910.000 per gram. Penurunan ini mencerminkan pelemahan yang cukup dalam dan menarik perhatian pasar.
Sementara itu, harga emas perhiasan di Lakuemas juga mengalami koreksi. Dari posisi sebelumnya Rp2.332.000 per gram, kini turun menjadi Rp2.263.000 per gram.
Sebagai catatan, transaksi di Lakuemas umumnya berlangsung setiap hari Senin hingga Sabtu, sehingga pergerakan harga relatif aktif mengikuti dinamika pasar global dan domestik.
Emas perhiasan yang dipasarkan oleh kedua platform ini tersedia dalam berbagai kadar, mulai dari 24 karat hingga 5 karat, memberikan pilihan bagi konsumen sesuai kebutuhan dan daya beli.
Harga emas perhiasan pada hari Selasa, 24 Maret 2026
Emas perhiasan Raja Emas Indonesia:
Emas 24 Karat: Rp 1.910.000
Emas 23 Karat: Rp 1.687.000
Emas 22 Karat: Rp 1.613.000
Emas 23 Karat: Rp 1,942,000
Emas 22 Karat: Rp 1,857,000
Emas 21 Karat: Rp 1,776,000
Emas 20 Karat: Rp 1,690,000
Emas 19 Karat: Rp 1,604,000
Emas 18 Karat: Rp 1,518,000
Catatan: Harga emas di Pegadaian dapat berubah sewaktu-waktu. Cek di laman Resmi Raja Emas Indonesia dan Lakuemas.
Penurunan harga emas perhiasan yang terjadi secara serentak ini memunculkan pertanyaan penting: apakah ini waktu yang tepat untuk membeli?
Secara umum, saat harga emas mengalami penurunan tajam, kondisi ini sering dimanfaatkan oleh investor sebagai momentum akumulasi.
Penurunan harga emas perhiasan yang terjadi secara serentak ini memunculkan pertanyaan penting: apakah ini waktu yang tepat untuk membeli?
mengalami penurunan tajam, kondisi ini sering dimanfaatkan oleh investor sebagai momentum akumulasi.
Tujuan investasi: Jika untuk jangka panjang, penurunan harga bisa menjadi peluang menarik.
Spread harga: Emas perhiasan memiliki selisih harga beli dan jual yang cukup tinggi dibanding emas batangan.
Faktor tren global: Harga emas masih dipengaruhi kondisi ekonomi global, suku bunga, dan nilai tukar.
Dengan mempertimbangkan faktor tersebut, pembelian emas saat harga turun bisa menjadi strategi yang tepat, terutama bagi investor jangka panjang yang ingin mengumpulkan aset secara bertahap.
Anjloknya harga emas perhiasan menjadi perhatian pasar. Meski terlihat sebagai peluang, keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan tujuan dan strategi masing-masing.
Bagi sebagian orang, kondisi ini bisa menjadi “diskon emas” yang jarang terjadi. Namun bagi investor yang lebih konservatif, menunggu stabilitas harga juga bisa menjadi pilihan bijak.***
Sumber KALTIMPOST.ID









