IMG_20260220_212824
previous arrow
next arrow

Sapri Diduga Penampung Emas Ilegal, Saya Gak Lagi Penampung Mas takedown Saja

- Jurnalis

Jumat, 26 Desember 2025 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto suara utama google

Poto suara utama google

MERANGIN, Transatu.id –Sapri diduga Penampung emas ilegal terbesar dari hasil Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Sungai Limau, Dusun Lebak Bento, Kecamatan Tabir Timur, Kabupaten Merangin membantah dirinya tidak lagi pembeli mas ilegal.

Hal disampaikan ketika awak media konfirmasi ke terduga Sapri melalui WhatsApp.

“Ngak benar itu, kalau dulu ya tapi sekarang ngak,”ungkap Sapri.

Selanjutnya juga Sapri juga meminta kepada awak media untuk takedown berita. Karena pemberitaan pertama sudah beres.

“Maaf itu sudah selesai jdi di texdon saja. Itu yang naikin berita pertama sudah bres,” jelasnya.

Sebelumnya pemberitaan Pernah dikutip Suarautama.id, Aktivitas penampungan emas hasil Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Sungai Limau, Dusun Lebak Bento, Kecamatan Tabir Timur, Kabupaten Merangin kembali menjadi sorotan. Nama Sapri mencuat sebagai sosok yang diduga menjadi cukong sekaligus penampung emas ilegal terbesar di wilayah tersebut. Aktivitas ini disebut-sebut telah berlangsung lebih dari lima tahun, namun tak pernah tersentuh penindakan hukum.

Kepada media ini, seorang narasumber dari desa setempat menyampaikan bahwa keberadaan Sapri sudah lama menjadi perbincangan warga.

“Iya bang, Sapri itu penampung emas ilegal dari PETI. Dia termasuk yang terbesar di Sungai Limau ini,” ujarnya.


Pernyataan serupa juga disampaikan warga lainnya. Menurutnya, selain menjadi penampung emas ilegal, Sapri diduga memiliki puluhan unit rakit dompeng dan PETI lobang yang beroperasi aktif setiap hari.

“Selain jadi cukong penampung, dia juga punya banyak rakit dompeng. Dalam seminggu bisa menghasilkan kiloan emas. Itu yang kami dengar dan lihat di lapangan,” ungkapnya.

Yang membuat masyarakat semakin bertanya-tanya adalah lamanya aktivitas tersebut berlangsung tanpa hambatan berarti. Usaha yang dinilai warga sebagai aktivitas ilegal itu berjalan aman, tanpa ada penindakan hukum yang terlihat.

“Sudah lebih dari 5 tahun bang, tapi aman-aman saja. Kami heran, kok bisa usaha sebesar itu tidak pernah tersentuh hukum,” ujar warga lain.

Sejumlah warga menduga adanya sosok “orang kuat” yang diduga membekingi operasional tersebut.

“Kami bertanya-tanya, siapa orang kuat di belakangnya? Masa usaha ilegal sebesar ini berjalan mulus lebih dari lima tahun?” tambah warga tersebut.

Maraknya aktivitas PETI yang merusak lingkungan, ditambah munculnya dugaan pembiaran, membuat masyarakat mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum.

Warga menilai situasi ini sudah saatnya ditindak tegas oleh aparat Polsek, Polres hingga Polda Jambi.

“Di Sungai Limau ini ada penampung emas ilegal terbesar. Kami ingin melihat, beranikah aparat penegak hukum adu nyali menindak pelaku ilegal tersebut?” kata warga dengan nada geram.

Masyarakat berharap aparat bergerak cepat dan tidak menutup mata terhadap aktivitas yang mereka nilai telah merugikan lingkungan, masyarakat, dan negara.

Hingga berita ini diturunkan, pihak aparat penegak hukum maupun Sapri belum memberikan konfirmasi terkait dugaan dan keterangan warga yang berkembang di lapangan.

(Suara Utama/tim)

Baca Juga :  Yala Kopitiam Plus di Jalan Jokotole Diduga Tak Kantongi Izin, Pemkab Pamekasan Diminta Tegas

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel transatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aktifitas PETI Masih Marak, Sejumlah Massa Geruduk Polres Sarolangun
Kapolres Merangin Akan Tindak Lanjuti Keluhan Warga Titian Teras Terkait Aktivitas PETI Sungai Masumai
Diduga Rekayasa Surat, Lahan Sengketa Dipanen Oknum Brimob
Warga Titian Teras Berharap Polisi Hentikan Aktivitas PETI Menganggu Ketertiban Teloransi
Pekerja Dompeng Sebut, WAN Peraju Tukang Tarik Setoran Tambang Ilegal Kapuk
Tambang Ilegal Milik Haji Af Bebas Beroperasi Desa Telun dan Kuat Dugaan Mengalir ke Aparat Hukum
MBG di SDN Potoan Daja 1 Disorot, Menu Dinilai Terlalu Pelit Anggaran
Warga Rantau Panjang Tabir Mulai Resah Pekerja Dompeng Dikejar dan Gertak Dengan Tembakan

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:23 WIB

Aktifitas PETI Masih Marak, Sejumlah Massa Geruduk Polres Sarolangun

Minggu, 1 Maret 2026 - 20:52 WIB

Kapolres Merangin Akan Tindak Lanjuti Keluhan Warga Titian Teras Terkait Aktivitas PETI Sungai Masumai

Minggu, 1 Maret 2026 - 16:02 WIB

Diduga Rekayasa Surat, Lahan Sengketa Dipanen Oknum Brimob

Minggu, 1 Maret 2026 - 07:40 WIB

Warga Titian Teras Berharap Polisi Hentikan Aktivitas PETI Menganggu Ketertiban Teloransi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:13 WIB

Pekerja Dompeng Sebut, WAN Peraju Tukang Tarik Setoran Tambang Ilegal Kapuk

Berita Terbaru

Massa geruduk polres Sarolangun

Hukum dan Kriminal

Aktifitas PETI Masih Marak, Sejumlah Massa Geruduk Polres Sarolangun

Rabu, 4 Mar 2026 - 17:23 WIB