Lestarikan Budaya, Pemkab Sumenep Gelar Karapan Sapi Piala Bupati
Kamis, 1 Januari 1970 | 07:00 WIB
Foto: Dokumentasi Transtu.id
Transatu.id, SUMENEP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, terus konsisten lestarikan budaya karapan sapi yang merupakan icon Madura.
Ajang bergengsi karapan sapi terselenggara di lapangan kerap Giling kecamatan kota. Minggu (14/09/2025).
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melalui kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Moh. Iksan, menegaskan kerapan sapi bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan juga warisan budaya yang telah mengakar kuat di Madura.
"Event karapan sapi ini merupakan rentetan kalender event 2025 dalam rangka melestarikan budaya leluhur," ungka Moh Iksan.
Ia menjelaskan pula bahwa kegiatan ini merupakan perwujudan pemerintah daerah dalam memupuk kesadaran bagi masyarakat penting melestarikan budaya.
"Melalui karapan sapi ini dapat memupuk silaturrahim dan meningkatkan ekonomi masyarakat di bidang peternakan," ujarnya
Bahkan, event ini dapat mendorong perekonomian masyarakat melalu pedagang kecil dan UMKM.
"Kita dapat melihat dampak begitu besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pergerakan UMKM," tuturnya.
Terpisah, Ketua Pakar Sakera, Candra Wijaya, menegaskan bahwa kerapan sapi merupakan tradisi yang harus dijaga dan diwariskan.
"Melalui event karapan sapi, kita dapat merawat dan meleatarikan warisan budaya leluhur," ujarnya.
Inu juga merupakan ajang kreatifitas para pecinta sapi karapan. "Ini dapat meningkatkan harga sapi sehingga mampu meningkatkan ekonomi para peternak dan pecinta sapi kerap.
Diketahui hasil seleksi karapan sapi piala Bupati Sumenep berhasil menerapkan enam pasang sapi yang akan menjadi perwakilan Kabupaten Sumenep memperebutkan piala Presiden atau tingkat Karesidenan.
Enam sapi yang melaju ke piala Presiden adalag; dari golongan atas nama sapi, Bola api Neraka, Kembang api Jektor, Barakai Geriduh Onggu, dari golongan bawah, nama sapi kereta malam, DRT Malindos, Babar Oke gaes
Bupati Sumenep Ajak Lestarikan Budaya Jaran Serek
Wendi Wahyudi Ditunjuk Sebagai Presiden, Buat Inisiator Bersama Tokoh Adat, Dirikan Kampus Adat Budaya Indonesia Di Tabir Barat Merangin Jambi
Event Musik Tong-Tong Di Sumenep Sukses Di Gelar