Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Lestarikan Musik Tradisional Klenengan
Kamis, 1 Januari 1970 | 07:00 WIB
Foto: Dokumentasi Transtu.id
Transatu.id, SUMENEP - Bupati Sumenep Dr Achmad Fauzi Wongsojudo mengajak masyarakat untuk lebih mencintai budaya lokal yang di miliki oleh Kabupaten Sumenep diantaranya musik Klenengan.
Untuk mewujudkan hal tersebut Bupati Achmad Fauzi mengintruksikan kepada Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep untuk memperluas regenerasi pemain musik tradisional agar seni budaya khas daerah tidak punah.
Dengan melakukan regenerasi para pemain musik tradisional bertujuan agar seni budaya Klenengan tidak punah.
"Regenerasi para pemain seni budaya Klenengan diharapkan seni budaya ini tidak akan punah," kata Bupati Achmad Fauzi. Senin (10/02).
Untuk mewujudkan hal itu, ungkap Bupati Achmad Fauzi, pemerintah sudah menganggarkan program tersebut. "Saat ini ada 29 kelompok Klenengan yang rutin melakukan latihan di pendopo Agung keraton Soengenep," ungkapnya
Bahkan, Bupati menekankan adanya kolaborasi antara kelompok klenegan dengan tari topeng, dengan begitu kesenian Klenengan dan tari topeng berjalan beriringan.
"Kami menginginkan regenerasi muncul dari siswa SD dan tahun ini kami targetkan ada 1000 anak yang menekuni tari topeng," harapnya.
Alasannya, ucap Bupati Fauzi, siswa yang masih berada di tingkat SD lebih mudah diberikan edukasi, dengan begitu seni budaya lokal yang kita miliki tetap terjaga kelestariannya.
Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menegaskan bahwa, kita harus melihat pula perkembangan jaman, seperti musik modern tetap diperhatikan tapii, tidak meninggalkan kearifan lokal.
"Dalam era globalisasi saat ini, kita harus dapat menyikapi dengan bijak tentang musik modern dengan tidak meninggalkan kearifan lokal," imbuhnya.
Sementara itu kepala Disbudporapar, Mohammad Iksan mengatakan, pelestarian budaya memang harus ditumbuhkan sejak dini kepada anak anak.
"Dengan program ini akan semakin menapakkan kesuksesan pelestarian budaya lokal kita," terangnya.