Setelah tahun 2026 Misrinaldi dilantik sebagai Kadisdik Merangin. Dia (Marlios -red), mencoba masuk sebagaimana tahun sebelumnya untuk mengatur kembali proyek di Disdik tersebut.

 

“Disaat Marlios bicara itu, jelas lah Misrinaldi gak mau. Kadis hanya cuma percaya sama Bupati M. Syukur wakil bupati dan sekda, selebih itu gak ada,” tambahnya.

 

Merasa dikucil Misrinaldi, Marlios mencari kesalahan. Kebetulan ada kasus korupsi Dinas Pendidikan Provinsi yang melibatkan Kadis Misrinaldi, akhirnya dimanfaatkan anak mahasiswa ini untuk gelar aksi.

“Jadi begitu ceritanya, aksi ini patut diduga murni karena sakit hati ketua Pembina Marlios. Bukan, memperjuangkan hak dan kepentingan masyarakat,” tukasnya.

 

Sementara itu, ketua Pembina PMII Merangin Marlios saat dikonfirmasi  melalui telpon WhatsApp pribadinya, mengatakan dirinya sedang di Jambi.

"Apa Pulo abang aktornya, Saya Bae di Jambi, surat pemberitahuan bapak Bupati beritahu ke Abang,  saya bilang dak pernah nian konfirmasi saya sampaikan apo Pulo kepentingan Abang, apa hubungan kapasitas Abang atur proyek boleh tanya ke dinas, benar saya ini sebagai mabincab, kalau soal kelembangaan saya gak bisa masuk, Sayo juga gak bisa intervensi adik itu,"tutup Marlios.