Melalui penguatan kewirausahaan digital, pesantren berpeluang mengambil peran lebih besar dalam menyiapkan generasi santri yang tidak hanya kuat dalam tradisi keilmuan, tetapi juga mampu membaca peluang ekonomi dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

 

Semangat “Jihad Ekonomi Santri di Era Digital” pun dapat dimaknai sebagai ikhtiar mempertemukan nilai-nilai keislaman, penguasaan teknologi, dan kemandirian ekonomi dalam gerakan pemberdayaan santri yang berkelanjutan.