“Data adalah dasar kebijakan. Kalau dasarnya saja sudah keliru, kebijakan apa yang bisa diandalkan? Kami minta ada keterbukaan, transparansi, dan partisipasi masyarakat dalam proses pendataan ini,” tegasnya.

 

Rianto menegaskan, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk turut mengawal kebijakan publik yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. BEM FIA UNIRA, lanjutnya, siap menjadi jembatan aspirasi warga sekaligus mendampingi upaya perbaikan data agar penetapan desil dan penyaluran bantuan sosial dapat berjalan lebih akurat serta tepat sasaran.

 

Ia berharap instansi terkait segera menindaklanjuti persoalan tersebut melalui evaluasi dan pembaruan data secara transparan, sehingga tidak ada masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan justru terabaikan akibat ketidaksesuaian data.