TRANSATU. ID, PAMEKASAN — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Madura (FIA UNIRA) menyoroti dugaan ketidakakuratan penetapan desil kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pamekasan. Ketidakakuratan data tersebut dinilai berpotensi menyebabkan penyaluran bantuan sosial tidak tepat sasaran.
Ketua BEM FIA UNIRA, Moh. Rianto, menyayangkan penetapan desil yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi sosial ekonomi masyarakat di lapangan. Menurutnya, ketepatan data menjadi faktor penting dalam menentukan penerima bantuan agar kebijakan pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
“Penetapan desil yang tidak akurat ibarat obat yang salah dosisnya. Bukan menyembuhkan, malah memperburuk keadaan. Mereka yang seharusnya mendapat bantuan justru terabaikan, sementara yang mampu justru masuk dalam daftar penerima,” ujar Rianto, Minggu (11/10/2026).
Ia meminta instansi terkait melakukan verifikasi ulang secara menyeluruh terhadap data kesejahteraan masyarakat. Proses tersebut, menurutnya, perlu dilakukan dengan turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesesuaian data administrasi dengan kondisi riil warga.
Selain itu, Rianto menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dan tokoh setempat dalam proses pendataan. Partisipasi tersebut dinilai dapat membantu mengidentifikasi kondisi warga secara lebih akurat sekaligus meminimalkan potensi kesalahan dalam penetapan desil.