“Catur bukan hanya sekadar permainan, tetapi olahraga yang mengasah logika, kesabaran, strategi, dan mental juara. Kemenangan ini membuktikan bahwa peserta didik kami memiliki daya saing yang tinggi dan mampu bersaing secara sehat di luar sekolah,” katanya.
Syahrullah berharap Ainur Rosi tidak cepat berpuas diri atas capaian tersebut. Ia mendorong agar prestasi itu menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kemampuan dan berani mengikuti kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.
“Saya berharap jangan cepat berpuas diri. Jadikan Juara I ini sebagai pijakan awal, bukan puncak. Teruslah berlatih, asah kemampuan, dan tantang diri untuk mengikuti kompetisi di tingkat yang lebih tinggi, baik tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional. Jaga sportivitas dan tetap rendah hati,” tuturnya.
Lebih lanjut, Syahrullah berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk berani mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Semoga prestasi ini menjadi motivasi dan inspirasi bagi seluruh peserta didik. Setiap anak memiliki bakatnya masing-masing. Ada yang di bidang akademik, olahraga, seni, maupun strategi seperti catur,” ujarnya.