“Hari Jumat dan Sabtu memang menu keringan. Jadi tidak pakai ompreng,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa penyusunan menu telah dikonsultasikan dengan ahli gizi.
Baca Juga:KKN UIN Madura Posko 12 Gelar Seminar Kewirausahaan dan Resmikan Asman Toga di Klompang Barat
“Sudah melalui pembahasan dengan ahli gizi dan pihak yayasan. Kandungan nutrisinya tetap kami perhatikan,” tutupnya.
Hingga kini, publik masih menunggu langkah tegas dari pihak terkait untuk memastikan kualitas layanan MBG benar-benar sesuai tujuan awal: meningkatkan gizi siswa, bukan sekadar menggugurkan kewajiban distribusi makanan.