“Melalui kebersamaan dan gotong royong, kita bisa mendorong kemajuan daerah. Karena itu, kerukunan dan kepedulian sosial harus terus kita jaga,” ujarnya.

 

Fauzi juga menyoroti keberagaman budaya, suku, serta karakteristik geografis Kabupaten Sumenep yang terdiri atas wilayah daratan dan kepulauan. Menurutnya, perbedaan tersebut merupakan kekayaan daerah yang harus dirawat, bukan menjadi penghalang untuk membangun persatuan.

 

“Disparitas di Kabupaten Sumenep antara daratan dan kepulauan sangat tinggi, namun hal itu tidak menjadi penghalang dalam persatuan dan gotong royong untuk membangun kabupaten,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, pembangunan daerah membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan kemampuan dan peran masing-masing. Pemerintah, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan berbagai elemen.

 

“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, pemuda, tokoh agama, dan dunia usaha,” tegasnya.