“Pengelolaannya, kami bekerja sama dengan masyarakat dan akan memberikan dukungan sumber daya manusia (SDM). Dengan adanya mesin pembakaran sampah ini, kami berharap tidak ada lagi sampah yang menumpuk,” jelasnya.

 

Anwar menambahkan, sampah harus dipilah terlebih dahulu sebelum proses pembakaran dilakukan. Pemilahan tersebut bertujuan memisahkan sampah yang dapat dibakar dengan sampah yang masih memiliki nilai ekonomis.

 

“Jadi, sampah yang ada dipilah terlebih dahulu, mana yang akan dibakar dan mana yang masih memiliki nilai ekonomis. Dengan begitu, sampah yang masih bernilai dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” terangnya.

 

Sementara itu, Camat Sapeken, Hamka, mengatakan bahwa bantuan mesin pembakaran sampah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi penumpukan sampah di Pulau Sapeken.

 

Saat dihubungi melalui sambungan telepon, Hamka menyebut mesin tersebut mampu membakar lebih dari 1,5 ton sampah setiap hari.