Sumenep, Transatu – Perairan Pantai Gili Iyang, tepatnya di Desa Banraas, Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, tercemar tumpahan minyak kelapa sawit mentah akibat kapal bermuatan crude palm oil (CPO) yang terdampar di pesisir pantai, Kamis (22/01/2026).
Kapal tersebut dilaporkan terdampar pada Kamis, (22/01/2026) sekitar waktu subuh, setelah terombang-ambing dihantam ombak besar hingga akhirnya terbawa arus ke tepi Pulau Gili Iyang.
Hingga Kamis siang, kondisi pantai masih tampak menguning akibat tumpahan minyak sawit mentah yang menyebar di sepanjang pesisir. Tumpahan tersebut dikhawatirkan mencemari lingkungan laut dan mengganggu ekosistem pesisir serta aktivitas warga setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seorang warga Desa Banraas yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kapal tersebut sebenarnya tidak mengalami kerusakan serius. Namun, kuatnya gelombang laut menyebabkan muatan minyak sawit tumpah saat kapal terombang-ambing di tengah laut.
“Terdampar, dibawa arus sampai ke tepiannya Gili. Minyak kelapa sawitnya tumpah karena kapal terombang-ambing, jadi sampai ke pesisir Gili,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa seluruh Anak Buah Kapal (ABK) yang berjumlah lima orang dalam kondisi selamat.
“Orangnya lima, selamat semua,” katanya.
Menurut warga, tumpahan minyak terjadi bukan karena kapal bocor, melainkan akibat guncangan ombak besar yang menyebabkan muatan tidak stabil.
“Nggak rusak kapalnya, karena ombaknya terlalu besar hingga kelapa sawitnya tumpah, pas kapalnya terdampar di pesisir Gili,” tambahnya.
Warga berharap pihak berwenang segera turun tangan untuk melakukan pembersihan serta memastikan tidak terjadi dampak lingkungan yang lebih luas akibat tumpahan minyak sawit tersebut.







