“Dia memang punya penyakit lambung, tapi teman-temannya sudah selesai semua termasuk aku. Dia ingin cepat kelar, tapi prosesnya bikin dia semakin kepikiran. Orang yang punya penyakit lambung itu nggak bisa banyak mikir, pasti kambuh,” lanjutnya.

Menurut Istiana, kondisi kesehatan RAM semakin memburuk karena kurang makan dan istirahat selama proses pengerjaan skripsi.

“Dia sering demam dan kulitnya panas, kata ibunya. Tapi dia tetap memaksakan diri karena ingin wisuda,” tuturnya.

RAM tidak hanya mengalami kesulitan saat hendak menemui dosen pembimbing, tetapi juga kurangnya perhatian dari Kaprodi BKPI maupun pimpinan Fakultas Tarbiyah.

Meski diketahui dalam kondisi kesehatan yang memburuk, tidak ada langkah proaktif dari pihak akademik untuk memberikan fleksibilitas atau solusi.