Puncaknya, ketika RAM harus mengurus revisi akhir dan kartu hijau menjelang wisuda, dospem tetap meminta kehadiran langsung RAM meskipun ia sedang opname di rumah sakit.

“Dia opname dua kali, tapi pihak dosennya nggak percaya kalau dia sakit. Harus datang sendiri, nggak boleh diwakilkan,” ujar salah satu anggota keluarga.

Pada 1 Agustus 2024, RAM dilarikan ke rumah sakit dan dirawat di ICU karena kondisinya semakin memburuk. Dua hari kemudian, pada 3 Agustus, ia menghembuskan nafas terakhir pada pukul 10.00 WIB, pagi.

Keluarga dan teman-teman RAM menilai tekanan akademik yang dialami almarhumah, khususnya dari pihak dosen pembimbing dan sistem birokrasi fakultas, menjadi salah satu penyebab utama yang memperburuk kesehatannya.

Dalam prosesi wisuda ke-40 IAIN Madura pada 7 Desember 2024, Ijazahnya RAM diterima langsung oleh wali keluarga sebagai perwakilan. Suasana emosional terasa ketika namanya disebut lantang di tengah prosesi penyerahan ijazah.