Pamekasan, Transatu – Keberhasilan MTsN 3 Pamekasan meraih Juara Umum Lomba Hari Guru Nasional (HGN) 2025 tidak hanya mencerminkan keunggulan dalam kompetisi, tetapi juga menunjukkan kuatnya sistem pembinaan karakter dan budaya prestasi yang dibangun secara berkelanjutan di lingkungan madrasah.
Ajang yang digelar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan tersebut menjadi panggung pembuktian bahwa proses panjang, disiplin, dan konsistensi mampu melahirkan hasil maksimal. MTsN 3 Pamekasan kembali keluar sebagai Juara Umum dan mencatatkan rekor empat kali berturut-turut mempertahankan gelar tersebut.
Penyerahan piala Juara Umum dilakukan oleh Kepala Kantor Kemenag Pamekasan, Dr. H. Mawardi, M.Hi, kepada Kepala MTsN 3 Pamekasan dalam acara penyerahan hadiah Lomba HGN 2025 di GOR Ronggosukowati, Kamis (18/12/2025). Momen ini menjadi simbol apresiasi terhadap kerja kolektif insan pendidikan madrasah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala MTsN 3 Pamekasan, Agus Budi Hariyanto, menegaskan bahwa prestasi tersebut lahir dari proses pembinaan yang menekankan keseimbangan antara kemampuan akademik, sikap, dan mental kompetisi siswa.
Ia menyebut, madrasah tidak menjadikan lomba semata-mata sebagai ajang berburu piala, melainkan sarana pembelajaran untuk membentuk karakter tangguh, disiplin, dan sportif.
“Setiap kompetisi adalah ruang belajar. Kami ingin peserta didik terbiasa menghadapi tantangan, belajar dari proses, dan tumbuh dengan mental yang kuat,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Koordinator Pembina Prestasi MTsN 3 Pamekasan, Subairi, S.Hum, menilai keberhasilan ini merupakan hasil dari perencanaan pembinaan yang matang dan berkesinambungan, mulai dari seleksi, latihan, hingga pendampingan mental siswa.
Menurutnya, semangat, disiplin, dan rasa percaya diri yang ditunjukkan para siswa selama lomba menjadi indikator keberhasilan pembinaan yang dilakukan.
“Prestasi ini bukan akhir, tetapi pijakan untuk melangkah lebih baik. Kami berharap capaian ini mampu memotivasi seluruh warga madrasah, sekaligus menginspirasi madrasah lain untuk membangun iklim kompetisi yang sehat dan mendidik,” pungkas Subairi.









