Gubernur Al Haris menjelaskan, pada tahun 2025, Pemerintah Pusat setidaknya telah mengalokasikan anggaran untuk infrastruktur konektivitas berupa jalan strategis dan Bandara Kerinci dan Bungo; infrastruktur ketahanan pangan berupa irigasi dan pengolahan lahan; infrastruktur kesehatan; program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Program tiga juta rumah dan Program Fasilitasi Likuiditas Pembiayaan Perumahan. “Pada tahun 2026 ini, alokasi anggaran khusus Program prioritas presiden di Provinsi Jambi adalah sebesar 1,138 Trilyun Rupiah. Tentu kita berharap Provinsi Jambi diberikan alokasi lebih besar lagi pada tahun 2027 nanti, agar terjadi percepatan pembangunan di daerah,” jelas Gubernur Al Haris.
“Terkait program prioritas presiden, dapat saya laporkan bahwa saat ini telah terbentuk 192 SPPG yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jambi dengan total penerima Makan Bergizi Gratis sebanyak 424.470 jiwa atau baru 38 persen dari potensi penerima MBG. Untuk Sekolah Rakyat, saat ini telah berdiri dua Sekolah Rakyat atau SR, yaitu SR Menengah Atas 5 Kota Jambi dan SR Terintegrasi 13 Tanjung Jabung Timur yang operasionalnya masih pada lokasi sementara. Adapun gedung sekolah permanen sedang dalam proses pembangunan dan ditargetkan selesai tahun ini,” sambungnya.
Gubernur Al Haris mengungkapkan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah terbentuk 1.591 unit pada seluruh Desa/Kelurahan di Provinsi Jambi, dan berdasarkan hasil monitoring per 9 April 2026 yang lalu, 558 diantaranya saat ini sedang dalam proses pembangunan gerai bahkan 19 unit telah selesai 100 persen. “Pada Tahun 2025 ekonomi Jambi tumbuh sebesar 4,93 persen, yang didorong oleh pertumbuhan hampir seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi adalah transportasi dan pergudangan, sebesar 8,88 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen ekspor barang dan jasa yang tumbuh sebesar 5,75 persen. Sedangkan struktur PDRB Provinsi Jambi tidak menunjukkan perubahan berarti, masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan; serta lapangan usaha pertambangan dan penggalian,” ungkap Gubernur Al Haris.
Lebih lanjut Gubernur Al Haris memaparkan, pertumbuhan ekonomi, Tingkat Pengangguran Terbuka kondisi Agustus 2025 turun menjadi 4,26 persen dibanding Tingkat Pengangguran Terbuka Agustus 2024 yang masih pada 4,48 persen. “Pada November 2025 kita berhasil menurunkan kembali menjadi 4,08 persen. Demikian pula persentase penduduk miskin, kita berhasil menurunkannya menjadi 6,89 persen, atau turun 0,3 persen poin terhadap Maret 2025 dan menurun 0,37 persen poin terhadap September 2024. Selain itu, ketimpangan pendapatan yang dipresentasikan oleh Rasio Gini juga memperlihatkan progres yang baik, dimana kita telah berhasil menurunkan Rasio Gini perkotaan dan perdesaan menjadi 0,291 pada September 2025, dari kondisi 0,315 pada September 2024,” papar Gubernur Al Haris.
“Indeks Pembangunan Manusia juga mengalami peningkatan yang menggembirakan, dari 74,36 pada Tahun 2024 menjadi 75,13 pada Tahun 2025. Kenaikan terjadi pada seluruh dimensi, baik dimensi umur panjang dan hidup sehat, dimensi pengetahuan maupun standar hidup layak, atau dengan kata lain, telah terjadi perbaikan dari sisi pendidikan, kesehatan dan perekonomian masyarakat Provinsi Jambi secara umum,” lanjutnya.
“Saya ingin mengajak kita semua untuk tidak lalai dengan pencapaian yang ada. Kita masih memerlukan kreativitas dan sinergitas seluruh tingkatan pemerintahan dan pemangku kepentingan dalam memantapkan perekonomian daerah yang tentu saja melalui langkah-langkah strategis yang tepat dan cerdas, sesuai dengan prioritas pembangunan Provinsi Jambi yang akan kita sepakati bersama,” imbuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya







