Di sisi lain, pimpinan Ponpes Babussalam Al Islami Simpang Niam dan sejumlah peserta mengeluhkan rendahnya tegangan listrik, bahkan diduga menyebabkan kerusakan peralatan elektronik warga.

 

"Jam 23.30 WIB saya beberapa kali mengecek tegangan listrik, ternyata hanya sekitar 150 volt. Padahal di Jam- jam itu pemakaian warga seharusnya sudah berkurang," ungkap salah seorang peserta.

 

Menanggapi keluhan tersebut, Cek Endra meminta PLN Tebo dan Muara Bungo segera menangani persoalan yang masih dalam kewenangannya. Sementara permasalahan di luar kemampuan PLN setempat diminta dikoordinasikan dengan Ketua DPRD dan Bupati Tebo.

 

"Yang bisa diselesaikan PLN setempat, segera ditangani. Kalau di luar kemampuan, koordinasikan dengan Ketua DPRD dan Bupati Tebo. Biarkan Pemkab membuat proposalnya, PLN menyampaikan kebutuhan teknisnya. Setelah itu, biar saya yang membawa dan memperjuangkannya ke pusat," tegas Cek Endra.

 

Reses tersebut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi Mazlan, Ketua DPRD Tebo Khalis Mustiko, Ketua Fraksi Golkar DPRD Tebo Liga Marisa, serta anggota Fraksi Golkar Ahmad Ankam, Feri Ariyanto dan Eni Mawarti.

Hadir pula Manajer PLN UP3 Muara Bungo Agus Fitriansyah, Manajer PLN ULP Muara Tebo Rizky Fadliansyah, Camat Tebo Ilir, para kepala desa se-Kecamatan Tebo Ilir dan Tengah Ilir, Ketua LAMJ Tebo Ilir, pimpinan Ponpes Babussalam Al Islami, serta tokoh masyarakat.