"Kalau hari sebelumnya jumlah porsinya lengkap, lalu hari berikutnya tiba-tiba berkurang 35 porsi, maka ini patut diduga sebagai bentuk keteledoran dalam proses pemorsian maupun pendistribusian. Jangan sampai siswa yang menjadi korban akibat lemahnya manajemen di dapur," ujar Riyadhus.
Menurutnya, pelaksanaan Program MBG harus dilakukan secara cermat karena menyangkut hak para siswa. Ia meminta pengelola dapur melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Program ini sangat baik, tetapi pelaksanaannya juga harus profesional. Jangan sampai ada siswa yang tidak kebagian makan hanya karena kesalahan teknis yang sebenarnya bisa dicegah," tegasnya.
Diketahui, dapur penyalur Program Makan Bergizi Gratis untuk SDN Sumber Waru 3 berada di bawah SPPG Rumah Juang Garuda Emas, yang berlokasi di Desa Sumber Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG Rumah Juang Garuda Emas maupun pihak terkait mengenai penyebab berkurangnya 35 porsi makanan tersebut. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi untuk memperoleh penjelasan resmi dan akan memperbarui informasi apabila tanggapan telah diterima.