Transatu.Id - Bangkalan — Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura (FH UTM) menggelar acara “Fakultas Hukum Bersholawat” bersama Majelis Ahbabul Mustofa, Lora Fathullah Nur dan Tausiyah dari Ketua PCNU Bangkalan KH Makki Nasir, Selasa, (21/10/2025). Kegiatan ini menjadi momentum istimewa karena sekaligus memperingati Hari Santri Nasional 2025 dan Dies Natalis Fakultas Hukum ke-44. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum UTM, Dr. Erma Rusdiana, menyampaikan bahwa kegiatan bersholawat menjadi bentuk rasa syukur dan spiritualitas sivitas akademika dalam memperingati dua momen besar sekaligus. “Fakultas Hukum Bersholawat merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-44. Kebetulan tahun ini bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2025. Dengan wasilah sholawat dan semangat Hari Santri, kami berharap Program Studi S1 dan S2 Fakultas Hukum segera mendapatkan predikat Unggul. Selain itu, kami optimis SK pendirian Program Doktor Fakultas Hukum akan segera terbit dari Kementerian pada bulan November ini,” ujar Dr. Erma. Acara yang dihadiri ratusan mahasiswa, dosen, dan alumni ini berlangsung penuh khidmat dengan lantunan sholawat yang menggema di halaman Fakultas Hukum. Nuansa religius dan kebersamaan terasa kuat sebagai wujud sinergi antara dunia akademik dan nilai-nilai keislaman. Dalam kesempatan yang sama, Ketua PCNU Bangkalan, KH. Makki Nasir, memberikan tausiyah penuh makna tentang pentingnya menjaga nilai dan mekanisme kebaikan di era digital. Menurutnya, tantangan zaman saat ini menuntut manusia untuk tidak hanya memahami kategori kebaikan, tetapi juga mekanisme dalam mewujudkannya. “Di dunia yang serba digital ini, apapun bisa dipoles dan diedit. Tapi kebaikan sejati harus mengikuti mekanisme kebaikan itu sendiri. Sebagaimana makanan hanya bisa disebut makanan jika dimakan dengan cara yang benar,” tutur KH. Makki Nasir. Ia juga menegaskan bahwa kehidupan dunia dan akhirat memiliki mekanismenya masing-masing. Oleh karena itu, santri maupun akademisi perlu meneladani nilai-nilai yang diajarkan guru-guru dan ulama agar tidak terjebak dalam fatamorgana dunia maya. Melalui kegiatan ini, Fakultas Hukum UTM tidak hanya merayakan usia ke-44 tahun, tetapi juga menegaskan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral, spiritual, dan intelektual. Semangat Hari Santri menjadi pengingat bahwa ilmu dan iman harus berjalan seiring untuk menciptakan peradaban yang berkeadilan dan berkeadaban. “Indahnya hidup bukan karena seberapa banyak orang mengenal kita, tetapi seberapa banyak orang bahagia karena kita. Tebarkanlah kebaikan untuk menciptakan kebahagiaan,” pesannya menutup tausiyah.