TRANSATU.ID,PAMEKASAN - Puluhan warga Desa Pandan, Kecamatan Galis menggeruduk balai desa setempat, Kamis (12/6/2025). Kedatangan warga tersebut untuk menagih janji Kades Pandan Hariyanto soal pemasangan saluran baru Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang tak kunjung dipasang dalam dua bulan terakhir. Salah seorang warga terdampak, Erlianto menjelaskan Pemdes memiliki usaha penyaluram air bersih yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat. "Namun April 2025 lalu, tiba-tiba macet sebab sebab pompa airnya mati dan katanya tidak diizinkan oleh pemilik sumber di Desa Polagan untuk mengalirkan air ke warga, makanya dihentikan," ungkapnya, Kamis (12/6/2025). Setelah itu, kata Erli, digelar musyawarah untuk mencari solusi persoalan air tersebut dan akhirnya pemerintah desa mengarahkan warga memasang saluran air PDAM. "Dalam musyawarah itu, Kades Pandan menyebut biaya pemasangan Rp700 juta. Lalu kami diminta membayar Rp2 juta bagi 100 warga terdampak agar terkumpul Rp200 juta, untuk uang muka ke PDAM, " tuturnya. Sementara Rp500 juta sisanya yang diperuntukkan untuk biaya pemasangan pipa, lanjut Erli, akan ditalangi oleh pihak Pemdes. Dia juga menyebut sebagian besar warga terdampak sudah mulai ada yang membayar dari Rp500 ribu ke Rp1 juta. "Ironisnya hingga sekarang belum ada kabar. Bayangkan saja, kami pontang-panting mengangkut air menggunakan sepeda motor selama dua bulan dan ada juga yang pakai gerobak," tuturnya. Lebih aneh lagi, berdasarkan hasil konfirmasi ke pemilik sumber air yang mengaku tidak pernah melarang Pemdes Pandan mengalirkan air ke warga-warga. "Pihak sumber mengatakan agar Pemdes memperbaiki pompanya dan beberapa kerusakan pipa, namun tidak ada kejelasan hingga akhirnya diperbaiki sendiri menghabiskan Rp30 juta dan sudah dialirkan ke daerah lain," katanya. Erli bersama warga lainnya sudah sangat resah sebab pemasangan pipa PDAM tidak kunjung dipasang. Oleh karena itu mereka mendesak Kades untuk mengembalikan uang yang sudah masuk. "Dua bulan kami kesulitan air hingga ada yang mendorong gerobak air sejauh satu kilometer. Sedangkan janji Kades untuk pemasangan pipa air tidak kunjung kelihatan, makanya kami mendatangi balai," terangnya. Sementara Direktur Perumdam Tirta Jaya Pamekasan Syamsul Arifin mengaku sudah komunikasi dengan Kades Pandan Hariyanto terkait pemasangan pipa pengguna baru. "Saya tidak bisa menjelaskan detail terkait hal itu sebab belum mengecek dokumen Rancangan Anggaran Biaya (RAB)," ungkapnya, Kamis (12/6/2025). Sementara Kades Pandaan Hariyanto dihubungi melalui pesan dan telepon WhatsApp namun tidak terhubung, Kamis (12/6/62025) jam 11.18 WIB. Tidak berhenti di situ, Kades Pandan juga tidak ada saat dikunjungi di rumahnya sebab informasinya sedang keluar.(*)