IMG_20260220_212824
previous arrow
next arrow

Bupati M. Syukur Usulkan Pemberdayaan 15 Tumenggung SAD Melalui Budidaya Ikan di Dam Betuk

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 00:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Merangin terima kunjungan kemensos

Bupati Merangin terima kunjungan kemensos

BANGKO – Bupati Merangin, M. Syukur, mengajukan usulan pemberdayaan warga Suku Anak Dalam (SAD) kepada Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT).

Usulan itu disampaikan dalam rapat koordinasi persiapan Kunker Kemensos di Rumah Dinas Bupati, Senin (26/1) kepada Direktur PKAT, I Ketut Supena.

Dalam paparannya, Bupati meminta agar 15 Tumenggung SAD di Kabupaten Merangin difasilitasi program budidaya ikan sistem keramba di kawasan Dam Betuk, Desa Tambang Baru Kecamatan Tabir Lintas.

Langkah ini diambil sebagai upaya pemerintah daerah untuk menarik warga SAD keluar dari aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan memberikan mereka sumber ekonomi yang berkelanjutan.

Bupati M. Syukur mengungkapkan bahwa baru-baru ini, warga SAD dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menjadi penjaga keamanan di lokasi PETI.

Melalui pendekatan persuasif, Bupati mengaku telah berhasil meminta mereka meninggalkan aktivitas ilegal tersebut.

“Saya bilang, kamu harus keluar dari situ. Akhirnya mereka keluar semua dan sekarang PETI di sana sebagian besar sudah tidak ada. Dam Betuk ini memiliki potensi besar untuk perikanan, jadi saya ingin 15 Tumenggung itu punya perwakilan keramba di sana,” ujar Bupati di hadapan jajaran Kemensos.

Lebih lanjut, Bupati M. Syukur menuturkan pentingnya pola pendampingan yang spesifik bagi warga SAD. Ia menyarankan agar bantuan yang diberikan tidak berupa uang tunai secara langsung, melainkan dalam bentuk modal kerja dan sarana produksi yang dikelola dengan pengawasan dinas terkait.

“Kita mengajarkan mereka untuk berproses. Pendekatannya tidak boleh terlalu kaku agar efektif. Hasil dari keramba itu nantinya kita beli kembali, sehingga perputaran uang tetap ada pada mereka untuk membeli bibit baru lagi,” jelasnya.

Kata Bupati,warga SAD pada dasarnya adalah pencinta alam yang mandiri dan patuh pada hukum adat. Namun, modernisasi dan kebutuhan hidup yang meningkat membuat mereka mulai mengenal nilai uang, sehingga diperlukan alternatif mata pencaharian yang ramah lingkungan.

Meski masih ada stigma negatif di masyarakat, M. Syukur optimis warga SAD bisa beradaptasi dengan kehidupan modern tanpa kehilangan identitas budayanya.

Ia mencontohkan bagaimana warga SAD kini sudah mulai terbuka menerima arahan, seperti mulai tertib berlalu lintas saat diingatkan.

“Kami tidak ingin mereka dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab. Melalui pembinaan berkelanjutan ini, harapan kami mereka dapat hidup sejahtera berdampingan dengan masyarakat luas tanpa harus mengorbankan identitas dan budaya asli mereka,” pungkas Bupati.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Merangin berharap Kemensos dapat memberikan dukungan penuh, baik dari segi pendanaan maupun tenaga ahli pendamping, agar ekosistem ekonomi di Dam Betuk benar-benar mampu mensejahterakan 15 kelompok Tumenggung tersebut. ***

Baca Juga :  Dinkes P2KB Sumenep Gelar Senam Bersama Dengan KPPS dan Lakukan Skrining
Follow WhatsApp Channel transatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Sungai Bengkal Kepung Kantor Camat, “Tolak Klaim Wilayah Teluk Rendah Pasar”
Apes..!! Kasat Lantas Muara Jambi Tertangkap Polisi Sultra Bersama Selingkuhan di Kamar Hotel
Safari Ramadhan di Tanjab Timur, Wagub Sani Serahkan Bantuan Stunting, CSR Hingga BAZNAS
5 Kota Terbaik di New Zealand untuk Mahasiswa Internasional
Safari Ramadhan, Gubernur Al Haris Dorong Sinergi Percepatan Pembangunan Daerah
Gubernur Al Haris Tinjau Bendungan PLTA Danau Kerinci, Lepas 10.000 Benih Ikan dan Apresiasi Kemandirian SMK-SPP Negeri 3 Kerinci
Kabar Gembira! Gubernur Al Haris Setujui THR Rp1 Juta untuk PPPK Paruh Waktu di Jambi
Safari Ramadhan di Kerinci, Gubernur Al Haris : Ada 24,80% Anak-Anak di Jambi Fatherless

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 09:00 WIB

Warga Sungai Bengkal Kepung Kantor Camat, “Tolak Klaim Wilayah Teluk Rendah Pasar”

Sabtu, 14 Maret 2026 - 03:49 WIB

Apes..!! Kasat Lantas Muara Jambi Tertangkap Polisi Sultra Bersama Selingkuhan di Kamar Hotel

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:51 WIB

Safari Ramadhan di Tanjab Timur, Wagub Sani Serahkan Bantuan Stunting, CSR Hingga BAZNAS

Senin, 9 Maret 2026 - 04:26 WIB

5 Kota Terbaik di New Zealand untuk Mahasiswa Internasional

Minggu, 8 Maret 2026 - 03:14 WIB

Safari Ramadhan, Gubernur Al Haris Dorong Sinergi Percepatan Pembangunan Daerah

Berita Terbaru