Ia juga mengingatkan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas setiap orang saat melakukan perjalanan menggunakan transportasi laut. Penumpang diimbau mematuhi aturan, mengikuti arahan petugas dan awak kapal, serta menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai ketentuan.

 

“Kami berharap para santri tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari kegiatan ini, tetapi juga mampu menjadi duta keselamatan di lingkungan keluarga, pesantren, dan masyarakat. Pengetahuan sederhana tentang keselamatan bisa sangat berarti dan bahkan membantu menyelamatkan diri sendiri maupun orang lain,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Aqidah Usmuni, Tarate, Lukman Al-Hakim, mengapresiasi kegiatan Syahbandar Bersholawat yang diinisiasi oleh KSOP Kelas IV Kalianget.

 

“Kegiatan Syahbandar Bersholawat merupakan langkah konkret dalam rangka menguatkan keimanan, menjaga keselamatan, dan menghijaukan bumi,” ujarnya.

 

Lukman menjelaskan, banyak santri Ponpes Aqidah Usmuni berasal dari wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep, di antaranya Pulau Sapudi, Raas, Gili Iyang, Kangean, dan Sapeken. Kondisi tersebut membuat edukasi keselamatan pelayaran menjadi penting bagi para santri, mengingat sebagian dari mereka memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas transportasi laut.