“Keselamatan pelayaran tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas syahbandar, nakhoda, awak kapal, maupun operator kapal. Lebih dari itu, keselamatan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat,” ujarnya.

 

Azwar menambahkan, keselamatan pelayaran tidak semata-mata berkaitan dengan kondisi kapal dan perjalanan di laut. Lebih dari itu, keselamatan juga mencerminkan nilai kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, kepedulian terhadap sesama, serta keberanian untuk mengutamakan keselamatan.

 

Ia menilai, kegiatan keagamaan seperti Syahbandar Bersholawat dapat menjadi pendekatan efektif untuk menanamkan pemahaman mengenai keselamatan pelayaran kepada masyarakat, termasuk generasi muda di lingkungan pesantren.

 

Menurutnya, nilai-nilai yang diterapkan dalam kehidupan pesantren, seperti disiplin, menaati aturan, saling mengingatkan, dan peduli terhadap sesama, memiliki keterkaitan erat dengan upaya membangun budaya keselamatan pelayaran.

 

“Nilai-nilai tersebut sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan para santri. Disiplin, taat aturan, dan saling mengingatkan merupakan kebiasaan baik yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika berada di pelabuhan, di atas kapal, maupun di lingkungan pesisir,” jelasnya.