SMSI Sumenep Gelar Seminar Nasional Kupas Tentang KEK Madura
Kamis, 1 Januari 1970 | 07:00 WIB
Foto: Dokumentasi Transtu.id
Transatu.id, SUMENEP - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep, Madura, menggelar Seminar Nasional bertema “Green Economy dan Tantangan Ekologis dalam Perencanaan KEK Madura” bertempat di Auditorium Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Kamis (13/11/2025).
Hadir dalam seminar Nasional tersebut, pengamat kebijakan publik dan tim perumus naskah akademik KEK Tembakau Madura Adi Prayitno, Rektor UNIBA Rachmat Hidayat, serta anggota DPRD Sumenep Hairul Anwar.
Dihadiri pula oleh ratusan peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, Bea Cukai Madura, pengusaha rokok, jurnalis, dan pegiat lingkungan.
Ketua SMSI Sumenep, Wahyudi, dalam sambutannya menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi media dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Madura.
“Melalui seminar ini, kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa pembangunan KEK Madura harus memperhatikan aspek ekologis dan keberlanjutan lingkungan,” kaata Wahyudi.
Ia menambahkan, media siber berperan penting dalam mengedukasi publik dan mengawal kebijakan pembangunan agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Sementara itu, Rektor UNIBA Madura, Prof. Dr. Rachmat Hidayat, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap SMSI Sumenep yang menggandeng kampus sebagai mitra strategis dalam kegiatan ilmiah berskala nasional.
“Tema ini sangat relevan dengan visi UNIBA untuk mengembangkan riset dan pemikiran hijau yang mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di Madura,” tutur Prof Rachmat sapaan karibnya.
Diketahui, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo yang diwakili Kepala Badan Kesbangpol, Dzulkarnain, secara resmi membuka seminar nasional tersebut.
Dalam sambutannya, Dzulkarnain menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjadikan KEK Madura sebagai kawasan ekonomi yang ramah lingkungan dan berkeadilan sosial.
“Pemerintah mendukung penuh kolaborasi antara akademisi, media, dan masyarakat untuk memastikan pembangunan KEK berjalan sesuai prinsip ekonomi hijau,” tegasnya.
Untuk diketahui, kegiatan Seminar Nasional itu menjadi momentum penting untuk menyatukan gagasan lintas sektor demi mewujudkan KEK Madura yang berkelanjutan, hijau, dan inklusif bagi seluruh masyarakat. (*)