"Coba bayangkan kalau masyarakat mau mengurus administrasi dan dihadapkan kondisi kantor seperti ini. Camatnya tidak ada, Sekcam-nya pulang, Kasubag-nya pulang, Kasi-nya juga pulang. Hari ini saya datang jam dua siang, semua sudah tidak ada," ujar Bupati M. Syukur dengan nada kecewa saat memberikan keterangan.
Tak hanya jajaran pejabat struktural, tingkat kedisiplinan tenaga paruh waktu di kantor camat tersebut juga menjadi sorotan tajam. Dari total belasan pegawai paruh waktu yang terdata, hanya segelintir yang nampak hadir menjalankan kewajibannya.
"Pegawai paruh waktu kita ada 13 orang, tapi yang hadir cuma 3 orang. Ini sangat tidak efektif. Pegawai kita banyak, tapi tidak mau masuk kerja," tegasnya.
Bupati juga menyoroti ketimpangan antara ketepatan menuntut hak dan pemenuhan kewajiban para pegawai tersebut.
Menurutnya, sikap tidak disiplin ini sangat ironis jika dibandingkan dengan tuntutan kesejahteraan yang kerap disuarakan.