Pemerintah Kabupaten Merangin melayangkan visi jangka panjang agar generasi masa depan SAD mampu keluar dari marginalisasi.
Kebijakan ini ditargetkan mampu mencetak sumber daya manusia dari komunitas adat yang kompeten dan dapat berdiri sejajar dalam struktur birokrasi maupun panggung pemerintahan di masa depan.
"Mudah-mudahan nanti generasi berikutnya bisa sama, ada yang bisa tegak di sini (jadi pemimpin)," tambahnya.
Selain sektor pendidikan, keberpihakan pemerintah juga diarahkan pada peningkatan kemandirian ekonomi. Melalui kolaborasi strategis bersama OJK dan Bank Jambi, warga SAD diberikan stimulus berupa buku tabungan perdana yang sudah memiliki saldo awal.
Program ini dirancang sebagai edukasi praktis agar masyarakat adat dapat mengelola keuangan secara mandiri dan berkelanjutan.
Kepala OJK Provinsi Jambi, Yaniswara Rosya, menjelaskan bahwa pengenalan sistem perbankan resmi ini sangat krusial untuk melindungi komunitas adat dari risiko penipuan yang marak di era digital.
