Ia menegaskan, meski pemerintah saat ini tengah melakukan efisiensi anggaran di berbagai sektor, dukungan terhadap kegiatan keagamaan tetap menjadi prioritas.

 

Gubernur Al Haris juga bahwa PESPARAWI sebagai wadah yang tepat untuk pembinaan iman, karakter, disiplin, dan persaudaraan yang dibalut dalam keindahan maupun keharmonisan paduan suara dimana setiap suara mampu menyatu dalam tujuan yang sama.


"Nilai inilah yang sangat relevan dengan kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah.  Saya berharap seluruh  peserta dapat menjadi  duta daerah yang menunjukkan sikap santun, disiplin, rendah hati, serta membangun persahabatan dengan peserta lain dari seluruh  penjuru Indonesia.  Tunjukkan bahwa masyarakat Jambi adalah  masyarakat yang terbuka, menghargai keberagaman, dan mampu bersaing secara positif di tingkat nasional. Saya sangat bangga. Meskipun ada efisiensi, kegiatan keagamaan seperti ini wajib kita dukung,” tegasnya.

 

Gubernur Al Haris juga meyakini bahwa seluruh anggota kontingen PESPARAWI Provinsi  Jambi telah melalui  proses pelatihan yang panjang dan penuh  pengorbanan. "Bekal  tersebut hendaknya  menjadi modal untuk  memberikan penampilan terbaik demi mengharumkan nama Provinsi Jambi di tingkat nasional," pungkasnya.

 

Sementara itu, Ketua LPPD Provinsi Jambi, Abraham Tambunan melaporkan bahwa pada PESPARAWI Nasional XIV tahun 2026, Provinsi Jambi akan mengikuti 10 dari 12 cabang lomba yang dipertandingkan.