"Awalnya sudah dianggarkan Rp.40 miliar tapi tidak cukup karena Avtur (bahan bakar pesawat) naik. Jadi kita tambah lagi melalui dana belanja tidak terduga menjadi Rp.42 miliar," kata Gubernur Al Haris. 

 

Menurutnya, penambahan anggaran disebabkan oleh naiknya harga bahan bakar pesawat (Avtur), sehingga berdampak terhadap perubahan biaya carter pesawat dan Bus dari Asrama Haji Jambi menuju bandara dan Batam. Sehingga penambahan anggaran tidak bisa dihindari guna mendukung kelancaran pemberangkatan jemaah dari Jambi menuju Batam sebelum bertolak ke tanah suci, begitu juga sebaliknya, saat pemulangan dari Batam menuju Jambi.

 

"Penambahan anggaran tersebut menegaskan pemerintah hadir, memberikan layanan yang terbaik bagi kelancaran pelaksanaan ibadah Jemaah Calon Haji asal Provinsi Jambi," ujar Gubernur Al Haris.

 

Gubernur Al Haris berpesan agar para calon jemaah senantiasa menjaga kesehatan, kesabaran, dan kekompakan selama berada di Tanah Suci. Ia mengingatkan agar jemaah selalu menjalankan shalat lima waktu, mengikuti arahan petugas, dan menghindari perbuatan yang dapat mengganggu ketertiban serta merusak kekhusyukan ibadah haji.

 

Selain itu, orang nomor satu di Provinsi Jambi tersebut juga menitipkan para Jemaah Calon Haji kepada Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD), Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU), serta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk dibimbing, dilindungi, dan dilayani dengan sepenuh hati. Ia berharap, semua jemaah dapat menyelesaikan rangkaian ibadah haji dengan selamat, sehat, dan kembali sebagai haji yang mabrur dan mabrurah.