"Saya minta Pemerintah Kabupaten Merangin segera tetapkan status tanggap darurat bencana. Dengan itu, bantuan provinsi dan pusat bisa cepat digelontorkan. Kita bagi tugas: mana yang kabupaten, mana provinsi. Kalau perlu, libatkan pusat," tegas Gubernur Al Haris.
Ia juga menyoroti faktor penyebab banjir.
"Selain alam, ada dampak aktivitas manusia seperti kerusakan sungai dan penebangan hutan. Ini perhatian kita bersama," tambahnya.
Sebagai solusi sementara, Gubernur berjanji sediakan perahu penyeberangan gratis, terutama untuk anak sekolah.
"Anak-anak harus tetap belajar. Sementara jembatan belum dibangun, perahu gratis akan kami sediakan," katanya.
Ke depan, provinsi dan kabupaten komitmen bangun jembatan baru yang lebih kuat, tahan banjir, dan bisa dilalui kendaraan roda empat.