MERANGIN, – Memasuki akhir bulan suci Ramadhan, jajaran Polsek Tabir Ulu melakukan langkah jemput bola yang menyejukkan. Melalui serangkaian kegiatan sosial, Kapolsek Tabir Ulu memperkuat silaturahmi sekaligus mengedukasi masyarakat di dua wilayah binaannya, yakni Kecamatan Tabir Ulu dan Kecamatan Tabir Barat, untuk beralih ke sektor ekonomi berkelanjutan.
Kegiatan dimulai dengan pembagian takjil di titik strategis yang menghubungkan akses kedua kecamatan tersebut. Setelah itu, Kapolsek beserta anggota menyambangi rumah-rumah tokoh masyarakat di pelosok Tabir Barat dan Tabir Ulu untuk berbuka puasa bersama.
“Kami menyadari bahwa karakteristik wilayah Tabir Ulu dan Tabir Barat memiliki potensi alam yang luar biasa. Melalui momen buka bersama ini, kami berdialog dari hati ke hati mengenai masa depan lingkungan kita,” ungkap Kapolsek Tabir Ulu Iptu Supranata SH MH
Dalam kesempatan tersebut, pihak Kepolisian secara intensif mensosialisasikan program Ekonomi Hijau. Masyarakat di kedua kecamatan yang selama ini identik dengan aktivitas tambang rakyat didorong untuk mulai bertransformasi ke sektor yang lebih aman dan berkah:
1. Sektor Perikanan: Pemanfaatan lahan di Tabir Ulu untuk pembuatan kolam ikan air tawar yang produktif.
2. Sektor Pertanian Jagung: Memanfaatkan lahan subur di Tabir Barat sebagai lumbung jagung daerah.
Kapolsek menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu ragu beralih profesi. “Pemerintah melalui Bulog kini memberikan perhatian serius. Hasil panen jagung warga akan dipantau dan diserap, sehingga rantai distribusi lebih jelas dan harga tetap kompetitif,” tegasnya.
Kehadiran personel kepolisian di tengah-tengah tokoh masyarakat Tabir Barat dan Tabir Ulu disambut dengan tangan terbuka. Warga mengapresiasi informasi mengenai keterlibatan Bulog dalam menjaga harga jagung, yang selama ini menjadi kekhawatiran utama petani saat beralih dari sektor tambang.
“Kami sangat mendukung langkah Kapolsek. Edukasi tentang ekonomi hijau ini memberikan harapan baru bagi anak cucu kami agar tidak hanya bergantung pada tambang yang merusak alam, tapi beralih ke pertanian yang dijamin oleh pemerintah,” ujar salah satu Tokoh Masyarakat Tabir Barat.
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama untuk keamanan wilayah di sisa bulan Ramadhan. Kapolsek berharap, dengan adanya jaminan serapan hasil tani dari Bulog, perlahan tapi pasti, masyarakat di sepanjang aliran sungai Tabir Ulu dan Tabir Barat dapat meninggalkan aktivitas tambang ilegal demi kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekonomi.(Lil)









