TRANSATU.ID,PAMEKASAN – SPPG As-Salman memberikan klarifikasi terkait video viral menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengalami penolakan dari pihak Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Pamekasan, Madura.
Dalam video yang beredar, tampak seorang laki-laki berseragam guru menolak MBG yang tiba di sekolah, pagi. Alasannya menu MBG lele mentah dinilai akan basi di siang harinya sehingga bisa merusak tahu dan tempe dalam wadah itu.
Menanggapi kejadian itu, Ahli Gizi SPPG As-Salman, Fikri Muttawakil menyampaikan bahwa menu MBG yang dikirim ke SMAN 2 Pamekasan itu untuk tiga hari dan sudah sesuai dengan ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Menu MBG hari ini meliputi telur rebus 2 biji, Roti Pizza, Susu kotak, satu buah naga, 2 potong tempe ungkep, 2 potong tahu ungkep dan satu Lele Marinasi. Pihak sekolah mempermasalahkan lele marinasi itu,” ungkapnya.
Ia menambahkan, SPPG As-Salman memang menyajikan Lele marinasi sebagai salahsatu varian menu MBG hari ini, sebab untuk mencukupi kandungan protein hewaninya dan tahan lama sampai buka puasa nanti.
“Pertimbangan kami menggunakan lele marinasi atau mentah, pertama kalau dimasak dua kali akan mengurangi kandungan gizinya, kedua untuk mencukupi kebutuhan gizi protein hewaninya, terakhir setelah diuji coba lele marinasi bisa bertahan satu hari, jadi tidak mungkin basi bila dimasak saat buka puasa,” terangnya.
Pihak SPPG mengaku sudah melakukan klarifikasi kepada SMAN 2 Pamekasan berkaitan dengan varian menu MBG yang mengalami penolakan.
“Kami minta maaf kepada pihak sekolah dan masyarakat atas kesalahpahaman ini. Kalau persoalan selera menu MBG, kami terbuka sesuai dengan masukan pihak sekolah dan kemampuan anggaran per porsinya. Pihak sekolah sempat minta menu sate ayam, kami penuhi,” tutupnya.(mank)









