TRANSATU.ID,PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, menekankan pentingnya persaudaraan dan penguatan karakter dalam Perguruan Seni Bela Diri Pencak Silat (PS) Cobra di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.
Hal itu disampaikan dalam orasinya pada acara Pelantikan dan Apel Kebangsaan 2026 pengurus Seni Bela Diri Pencak Silat (PS) Cobra periode 2026–2031, di halaman Monumen Arek Lancor, Pamekasan, Rabu, 15 Februari 2026.
Politisi Fraksi PDI-P Dapil Jatim XI Madura tersebut menyampaikan pentingnya peningkatan karakter selain kemampuan fisik dalam bela diri. Menurutnya, generasi muda PS Cobra harus siap menjadi Generasi Emas 2045.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saat ini kita tidak lagi berjuang dengan pedang melainkan berperang dengan pendidikan dan memperkuat mental menghadapi globalisasi. Karena yang diserang saat ini adalah karakter kita,” tegasnya.
Politisi perempuan itu berpesan agar tradisi pencak silat terus dilestarikan sebagai identitas generasi muda serta memperkuat persaudaraan.
“Jurus bukan untuk menantang, tetapi untuk membela diri dan membantu yang lemah. Junjung tinggi sportivitas dan tunjukkan kepada dunia bahwa silat adalah budaya adiluhur yang disegani,” pesannya.
Ia mengingatkan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum lahirnya generasi pendekar yang kuat secara fisik, luhur akhlak, teguh pendirian dan setia pada nilai persatuan.
“Jadilah pendekar yang kuat tanpa menyakiti, berani tanpa sombong, tegas tanpa kasar dan bersaudara tanpa batas,” pesannya.
Selain itu, Hj. Ansari mengaku sangat bangga terhadap PS Cobra yang didirikan pada tahun 1977 oleh Arif Budiman, sebab organisasi ini lahir dari bumi Madura.
“Apalagi organisasi ini sudah berkembang ke berbagai daerah Nusantara, termasuk Kalimantan, NTT dan NTB,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pusat PS Cobra, Mohammad Simbang, berharap organisasi yang dipimpinnya semakin solid, profesional, berintegritas dan akuntabel.
Ia juga berpesan kepada seluruh anggota agar terus menempuh pendidikan, baik akademik maupun non-akademik, serta mengembangkan bakat dan minat.
“Terutama tingkatkan keahlian-keahlian yang menjadi potensi diri masing-masing,” pungkasnya.







