IMG_20260220_212824
previous arrow
next arrow

Warga Talentam Resah Excavator Diduga Milik Udi Ngaol Hancurkan Sungai Batang Tabir

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 07:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga foto alat berat excavator dilokasi tambang desa talentam

Warga foto alat berat excavator dilokasi tambang desa talentam

MERANGIN, Transatu.id — Kerusakan sungai Tabir akibat Aktivitas Penambang Emas Ilegal (PETI) di aliran sungai batang tabir, tepatnya di Desa Telentam, Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, terpantau kian marak beroperasi, Minggu (01/02/2026).

Dari hasil pantauan dilapangan, terlihat beberapa unit excavator (alat berat), masih beroperasi aktif membolak-balikkan aliran sungai batang tabir, sehingga tak sedikit kerusakan aliran sungai yang disebabkan pelaku, dan bahkan kekeringan sungai bisa saja terjadi.

Kerusakan dari dampak aktivitas penambangan emas ilegal (PETI) di Desa Telentam ini, tidak hanya kehancuran aliran sungai saja, bahkan tak sedikit kerusakan akses jalan Kabupaten yang hancur disebabkan pelaku, namun hingga kini belum ada penindakan dari aparat kepolisian setempat.

Berdasakan hasil investigasi dilapangan, ditemukan unit alat berat jenis excavator (Hitachi), tengah meluluhlantakan aliran sungai batang tabir di wilayah Desa Telentam, Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin, tidak hanya satu titik, aktivitas yang sama juga terjadi di titik yang lain.

Dari hasil wawancara dengan salah satu warga desa Telentam MJ, menyebutkan unit alat berat jenis Hitachi yang meluluhlantakan aliran sungai batang tabir di wilayah Telentam hilir tersebut, warga Ngaol nama Udi disebut sebagai pelaku.

Menurut sumber, pelaku juga diduga dibekingi salah satu tokoh masyarakat setempat, sehingga terkesan berani dan arogan dalam beroperasi peti diwilayah desa Telentam tersebut.

“Milik Udi Ngaol, sepertinyo masih bujangan jadi wajar agak arogan, ditambah lagi keluarga dio ado di wilayah ko sebagai bekingan mungkin,” ucap MJ warga desa Telentam Jum’at (30/01/26).

Ditempat terpisah salah satu tokoh pemuda AR juga menuturkan keresahan warga desa Telentam baik yang di rantau juga miris melihat kerusakan dari dampak (PETI) ilegal diwilayah Desa Telentam. menurutnya, ini kali pertama kerusakan dari dampak PETI ilegal terparah sepanjang sejarah PETI di Desa Telentam.

Melihat dari aliran sungai yang tidak lagi menentu, tebing dan pondasi bahu jalan yang hancur, akses jalan berlumpur, kekeringan air bersih, sungai-sungai tercemari, di tambah hutan belantara di babat hingga punah terlihat di periode ini, dari dampak PETI ilegal di wilayah Desa Telentam.

“Kemarin kami balik kampung, kalau di lihat kondisi kerusakan dari dampak PETI ilegal, ini kali pertama yang paling parah kaya nyo, biko lebih paham lah, yang miris nyo yang merusak orang luar pulo, pantak lah apo bagak nian kampung orang,” terang AR pada media dalam sambungan pribadinya.

Kecemasan dari regenasi pribumi desa Telentam terhadap dampak dari aktivitas penambang emas ilegal, baru-baru ini kian terus mencuat dan memanas. namun anehnya, hingga kini perhatian serius dari Aparat Penegakan Hukum (APH) sektor kepolisian setempat, belum terlihat memberikan penindakan.(Kholil King)

Baca Juga :  Ketua Paguyuban Pengusaha Rokok Sumenep Diduga Produksi Rokok Ilegal “Es Mild” Banyak Beredar di Madura

Sumber : Sekatojambi.com

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel transatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kurang dari 2 Jam, Pelaku Pembunuhan di Sarolangun Berhasil Dibekuk Polisi
Tipikor Polres Merangin Lanjutkan Laporan APM Temuan Dana Swakelola PUPR
Polres Merangin Tetapkan 4 Orang Tersangka Kasus Dana BOS SMA Negeri 6 Merangin
Geram Kasus Pengrusakan Lahan Tak Kunjung ada Kejelasan, Warga Siapkan Aksi “Raport Merah”
Excavator Tetap Berjejer Kampanye Stop PETI Polsek Sungai Manau: Lelucon Terlucu Tahun Ini
Pol PP Bungo Kodim Bute Amankan Alat Berat Excavator Dilokasi Tambang Ilegal Tampa Libatkan Polisi
Lora MS di Pamekasan Bantah Lakukan Kekerasan Seksual
Aktifitas PETI Masih Marak, Sejumlah Massa Geruduk Polres Sarolangun

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 08:37 WIB

Tipikor Polres Merangin Lanjutkan Laporan APM Temuan Dana Swakelola PUPR

Kamis, 12 Maret 2026 - 08:52 WIB

Polres Merangin Tetapkan 4 Orang Tersangka Kasus Dana BOS SMA Negeri 6 Merangin

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:53 WIB

Geram Kasus Pengrusakan Lahan Tak Kunjung ada Kejelasan, Warga Siapkan Aksi “Raport Merah”

Senin, 9 Maret 2026 - 01:17 WIB

Excavator Tetap Berjejer Kampanye Stop PETI Polsek Sungai Manau: Lelucon Terlucu Tahun Ini

Kamis, 5 Maret 2026 - 22:07 WIB

Pol PP Bungo Kodim Bute Amankan Alat Berat Excavator Dilokasi Tambang Ilegal Tampa Libatkan Polisi

Berita Terbaru