Hujan Deras Guyur Pamekasan, Perumahan Baru Royal Panglegur Kebanjiran, Warga Keluhkan Pengelola

- Jurnalis

Kamis, 6 November 2025 - 01:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sejumlah rumah tergenang banjir

sejumlah rumah tergenang banjir

Pamekasan, Transatu – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, sejak Rabu Sore hingga malam (5/11/2025), menyebabkan sejumlah kawasan permukiman tergenang air. Salah satu yang terdampak cukup parah adalah Perumahan Royal Panglegur di Kecamatan Tlanakan.

Genangan air yang mencapai ketinggian kurang lebih hingga 50cm itu membuat aktivitas warga terganggu. Sejumlah perabotan rumah terendam, sementara kendaraan sulit keluar dari area perumahan.

Warga pun mengeluhkan kondisi tersebut dan meminta pihak pengelola perumahan segera melakukan langkah konkret untuk mengatasi banjir yang berulang setiap kali hujan deras turun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang penghuni mengaku heran karena perumahan tersebut tergolong baru beroperasi dan belum lama dihuni. Namun, sistem drainase di lingkungan itu dinilai tidak berfungsi maksimal.

Baca Juga :  Kasat Reskrim Operasi Pekat Beberapa Terakhir Musnahkan 7 ratus Minum Bermerek

“Padahal ini perumahan baru. Harusnya sejak awal sudah dirancang sistem pembuangan air yang baik. Tapi sekarang malah banjir setiap hujan besar,” ujar salah satu warga kepada Transatu.id.

Warga lainnya menilai, pengembang tidak memperhitungkan kondisi topografi dan saluran air di sekitar lokasi pembangunan. Akibatnya, air hujan tidak memiliki jalur pembuangan yang cukup sehingga meluap ke jalan dan ke rumah warga.

Pihak pengelola perumahan hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi terkait persoalan tersebut.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, pengembang wajib memastikan bahwa kawasan hunian yang dibangun memenuhi standar prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU), termasuk sistem drainase dan pengendalian air hujan.

Baca Juga :  Celah Pengawasan Cukai Terkuak: PR Dua Pelangi Diduga Jual Pita Cukai Meski Tak Berproduksi

Pasal 35 undang-undang tersebut menegaskan bahwa penyelenggaraan perumahan harus menjamin kelayakan lingkungan dan mengantisipasi dampak bencana seperti banjir.

Sementara Pasal 141 ayat (1) menyebutkan, pemerintah daerah memiliki kewenangan melakukan pengawasan dan pembinaan agar setiap proyek perumahan sesuai dengan tata ruang serta tidak menimbulkan kerugian bagi penghuni.

Dengan dasar hukum itu, warga Royal Panglegur berhak menuntut pihak pengelola untuk segera memperbaiki infrastruktur drainase dan menjamin lingkungan permukiman tetap aman dan layak huni.

Sejumlah warga berharap Pemerintah Kabupaten Pamekasan, melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), turun tangan melakukan pengecekan terhadap sistem drainase dan izin lingkungan perumahan tersebut.

Baca Juga :  Jalan Alternatif Kampung Hauan Menuju RSU Tobat, Butuh Perhatian dan Perbaikan

Mereka juga mendesak agar pengawasan terhadap proyek perumahan baru lebih ketat sejak tahap awal pembangunan.

“Kalau dari awal diperhatikan dengan benar, tidak akan begini. Ini perumahan baru tapi sudah langganan banjir. Kami minta pemerintah juga ikut mengawasi,” kata warga lainnya, Kamis (6/11/2025).

Kasus banjir di Perumahan Royal Panglegur menunjukkan lemahnya pengawasan dan perencanaan infrastruktur lingkungan pada proyek perumahan baru. Padahal, antisipasi banjir seharusnya menjadi prioritas utama sebelum pembangunan dimulai.

Warga kini menunggu langkah nyata dari pihak pengelola maupun pemerintah daerah untuk memastikan hunian mereka benar-benar aman dan nyaman di musim hujan mendatang.

Follow WhatsApp Channel transatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atap Beterbangan, Rumah Warga Desa Murtajih Rusak Diterjang Angin Kencang
Kecelakaan Beruntun Di Jalan Raya Ngawi- Sine , Dua Orang Di Nyatakan Meninggal
Arogansi Oknum Pengelola MBG Mantingan Disorot : Puluhan Siswa Keracunan, Jurnalis Diusir Saat Liputan
Polres Ngawi Kawal Unjuk Rasa ,Aksi Berjalan Lancar
Truk Bermuatan 10 Ton Pupuk Terguling di Tanjakan Soko Ngrambe, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat
Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG : Puluhan Siswa Di Ngawi Dilarikan ke Puskesmas
BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Jawa Timur 30 Oktober Hingga 5 November 2025
Ngeri! Sejumlah Siswa SDN Pasanggar 1 Pegantenan Diduga Keracunan Usai Santap MBG dari SPPG Yayasan Al-Bukhari Murtajih

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 12:22 WIB

Atap Beterbangan, Rumah Warga Desa Murtajih Rusak Diterjang Angin Kencang

Kamis, 1 Januari 2026 - 15:29 WIB

Kecelakaan Beruntun Di Jalan Raya Ngawi- Sine , Dua Orang Di Nyatakan Meninggal

Kamis, 4 Desember 2025 - 10:34 WIB

Arogansi Oknum Pengelola MBG Mantingan Disorot : Puluhan Siswa Keracunan, Jurnalis Diusir Saat Liputan

Rabu, 3 Desember 2025 - 01:19 WIB

Polres Ngawi Kawal Unjuk Rasa ,Aksi Berjalan Lancar

Selasa, 2 Desember 2025 - 06:31 WIB

Truk Bermuatan 10 Ton Pupuk Terguling di Tanjakan Soko Ngrambe, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat

Berita Terbaru

Jasad mengapung ditemukan warga Pulau layang

Hukum dan Kriminal

Warga Temukan Jasad Mengapung Tengah Danau Bekas Eks Biji Besi Pulau Layang

Minggu, 11 Jan 2026 - 22:19 WIB

Wabup A Khafid hadiri isra Mi’raj di Tambang Emas

Pemerintah

Wabup A Khafid Bersama Ribuan Warga, Isra Mi’raj di Tambang Emas

Minggu, 11 Jan 2026 - 02:29 WIB

You cannot copy content of this page