IMG_20260220_212824
previous arrow
next arrow

Aktivis Desak Kemenkeu Turun ke Sumenep, Gufron Pemilik DRT Group Diduga Main Pita Cukai, Kuasai 7 PR

- Jurnalis

Rabu, 8 Oktober 2025 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Transatu – Dugaan permainan pita cukai kembali menyeruak di Kabupaten Sumenep, Madura. Kali ini, sorotan publik tertuju pada Gufron, warga Kecamatan Lenteng, yang disebut-sebut sebagai pemilik DRT Group, jaringan yang membawahi sedikitnya tujuh pabrik rokok (PR) di wilayah tersebut, Rabu (8/10/2025).

Informasi dari sejumlah sumber internal menyebutkan, DRT Group diduga melakukan praktik pengelolaan pita cukai yang tidak sesuai aturan, dengan memanfaatkan beberapa perusahaan berbeda sebagai kedok untuk memperluas distribusi rokok tanpa izin cukai resmi.

Baca Juga :  PR Jalluh Tegaskan Komitmen Kepatuhan Cukai dan Dukungan pada Industri Rokok Tradisional

“Sudah terlalu lama permainan pita cukai ini dibiarkan. Kami menilai Bea Cukai Madura mandul dan tidak mampu menertibkan pelaku besar,” ujar Tantan, salah satu aktivis pengawas kebijakan fiskal di Madura.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, indikasi permainan ini bukan hal baru. Modusnya biasanya berupa pemanfaatan PR-PR kecil sebagai kedok produksi, sementara kendali dan keuntungan tetap dikuasai oleh satu jaringan utama. Ia menilai hal ini merugikan negara dan mencoreng nama baik industri tembakau Madura yang legal.

Baca Juga :  Pelantikan kepala daerah diundur putusan MK

“Sudah seharusnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) turun langsung ke Sumenep untuk melakukan audit dan sidak menyeluruh. Jangan hanya mengandalkan Satgas Bea Cukai Madura yang terbukti tidak mampu menindak jaringan besar,” tegasnya.

Beberapa warga sekitar Lenteng juga mengaku heran dengan aktivitas produksi rokok di gudang-gudang yang dikaitkan dengan DRT Group. Meski beberapa kali sempat dilakukan razia oleh petugas, namun operasionalnya selalu kembali berjalan.

Baca Juga :  Pasca di Audiensi, Keputusan Lomba Karnaval HUT RI ke 80 di Kecamatan Waru Dibatalkan, Benarkah Ada Kecurangan?

“Kami sering lihat truk keluar masuk malam hari. Kadang ada pita cukai, kadang polos. Tapi tidak pernah benar-benar ditutup,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bea Cukai Madura belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Sementara itu, sejumlah aktivis berencana menyurati langsung Menteri Keuangan RI agar menurunkan tim investigasi pusat ke Sumenep untuk mengusut tuntas praktik yang diduga merugikan negara miliaran rupiah tersebut.

Follow WhatsApp Channel transatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kurang dari 2 Jam, Pelaku Pembunuhan di Sarolangun Berhasil Dibekuk Polisi
Tipikor Polres Merangin Lanjutkan Laporan APM Temuan Dana Swakelola PUPR
Polres Merangin Tetapkan 4 Orang Tersangka Kasus Dana BOS SMA Negeri 6 Merangin
Geram Kasus Pengrusakan Lahan Tak Kunjung ada Kejelasan, Warga Siapkan Aksi “Raport Merah”
Excavator Tetap Berjejer Kampanye Stop PETI Polsek Sungai Manau: Lelucon Terlucu Tahun Ini
Pol PP Bungo Kodim Bute Amankan Alat Berat Excavator Dilokasi Tambang Ilegal Tampa Libatkan Polisi
Lora MS di Pamekasan Bantah Lakukan Kekerasan Seksual
Aktifitas PETI Masih Marak, Sejumlah Massa Geruduk Polres Sarolangun

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 08:37 WIB

Tipikor Polres Merangin Lanjutkan Laporan APM Temuan Dana Swakelola PUPR

Kamis, 12 Maret 2026 - 08:52 WIB

Polres Merangin Tetapkan 4 Orang Tersangka Kasus Dana BOS SMA Negeri 6 Merangin

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:53 WIB

Geram Kasus Pengrusakan Lahan Tak Kunjung ada Kejelasan, Warga Siapkan Aksi “Raport Merah”

Senin, 9 Maret 2026 - 01:17 WIB

Excavator Tetap Berjejer Kampanye Stop PETI Polsek Sungai Manau: Lelucon Terlucu Tahun Ini

Kamis, 5 Maret 2026 - 22:07 WIB

Pol PP Bungo Kodim Bute Amankan Alat Berat Excavator Dilokasi Tambang Ilegal Tampa Libatkan Polisi

Berita Terbaru