Kasat Reskrim polres Merangin IPTU Eka
IMG_20260220_212824
previous arrow
next arrow

Terkait Alat Berat di Jangkat, Kasat Reskrim Saya Gak Paham Bohong 

- Jurnalis

Rabu, 17 Desember 2025 - 04:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto dua alat berat di Polsek Jangkat

Poto dua alat berat di Polsek Jangkat

MERANGIN, Transatu.id — Penangkapan dua alat berat berapa bulan lalu viral Fecebook langsung dikralifikasi polres Merangin.

 Kasat Reskrim Polres Merangin IPTU Eka Putra Yuliesma Koto dikonfirmasi berapa hari lalu melalui WhatsApp mengatakan Alat itu ditemukan pemilik setelah dipanggil polisi.

“mereka temukan kami dikantor bisa gak pak pinjam pakai, iyalah pak bisa pinjam pakai, iya bisa lah penting jangan merubah juAl hilang rubah bentuk, ungkap kasat Reskrim IPTU Eka Putra Yuliesma Koto Minggu (24/12/3025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang jelas kata kasat Reskrim Kalau kami butuh nanti serakan Kalau pelaku dapat Nanti serahkan ke kami.

“Pada dikantor basah, kalau punya pemilik bisa dirawat gak basah itulah Kito jelas sama dia, Dia lain pulak opininya ABG Bae bagus berita”ucap kasat Reskrim polres Merangin.

Itu sebenarnya saya gak paham ditutup saya gak padai berbohong intinya, Tersangka gak ada, Boby sudah kejar ke Pekanbaru hpnya mati kemano nak cari.

Baca Juga :  Dugaan Pemalsuan Data, Mahasiswa Tuntut Rektor IAIN Madura Tolak Serah Terima Pengerjaan Proyek Senilai Rp6,5 Miliar

“Jadi kita sudah kordinasi jaksa, Sedangkan pemilik alat ini bilang mau perbaikan hujan berpanas, kasian Kito Dio bilang akan membantu tamiang Aceh Niat baik untuk masyarakat kasian Pulo Kito,” paparnya.

Yang penting banyak pertimbangan kita sudah kerja sama sama ibu, Dua kaget mengapa polisi manggil rupanya untuk seteking.

“Ibu itu kaget, rupanya alat itu untuk peti

Itulah perjanjian belum bayar full. Baru uang muka Ibu itu kasian,” tambahnya lagi 

Sedangkan Iwo Tungkal adik saya cium tangan Dio Iwo provinsi jangan macam itu padahal itu sonior.

“Nilai ekonomis itu besar alat berat itu duo, singkatnya.

Sedangkan berita pernah ditulis transatu.id sebelumnya Dua Hari Dua Malam Perjalan, Akhirnya Alat Berat di Lepaskan Polsek Jangkat.

Sebelumnya Sempat memicu ketengangang di Media Sosial di grub Fecebook 12 belat Alat Berat masuk ke wilayah jangkat, akibat merusak alam yang masih alami.

Hingga Pergerakan Mahasiswa Islam (PMII), cabang Bangko mempertanyakan ketegasan penegak hukum waktu itu dihalaman Polres Merangin dikutip dinamikajambi.com

Baca Juga :  Gudang Penimbunan Minyak Solar dan Rumah di Bungo Ludes Terbakar

Satuan Reskrim Polres Merangin dipimpin mantan Kasat Reskrim AKP Mulyono untuk memastikan langsung bersama tim tipiter dengan menempuh Dua hari dua malam perjalanan menuju lokasi Jangkat Timur, menemukan duat Alat Berat didalam Hutan Tampa operator.

Namun ditengah perjalanan alat berat dilepaskan Selasa (9/12/2025) 2 unit alat berat dikabarkan dilepaskan.

Hal ini terungkap pada Selasa (9/12/2025) 2 unit alat berat dilaporkan dibawa dari Polsek Jangkat. Sekitar pukul 20.30 Wib, alat itu dibawa trado berikut sebuah mobil bernomor polisi Sumatera Utara mengawalnya.

“Kacau ni penegakkan hukum, kok bisa alat berat itu dibawa dari Polsek? Apa karena sudah selesai?,” Tanya warga.

Kekecewaan berat jelas terungkap, lantaran demo berjilid-jilid mahasiswa PMII itu menyoroti 12 unit alat berat yang masuk ke wilayah ‘perawan’ Jangkat, hanya tertangkap 2 unit.

lantaran dalam waktu bersamaan, penambangan emas memasuki kawasan Nalo.

Baca Juga :  Gemaki Demo KPK Soal Dugaan Korupsi Dana Hibah Oleh Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad

Entah mengikuti ‘hilangnya’ alat berat di Nalo yang kemudian muncul, alat berat di Polsek Jangkat itu pun jelas memicu kemarahan publik.

“Kenapa harus diangkut malam hari? Tolong kawal ini,” kecam warga.

Sementara Kapolsek Jangkat, IPTU Bakri mengatakan alat itu dibawa pemiliknya. Namun Bakri minta, agar penjelasan lebih lanjut ke Polres Merangin.

“Silahkan ke Polres bang. Itu yang pegang Reskrim,” katanya.

Disinggung kenapa malam hari dilepas, sementara trado dan hilux diduga yang bakal menjemput alat berat itu sudah berada dari pagi, kapolsek lagi-lagi enggak berkomentar banyak.

“Kalau itu, malah dari kemaren (Senin 8/12) sudah datang kesini bang,” katanya.

Publik kini menunggu sikap tegas Polres Merangin terkait dilepasnya alat berat yang menjadi sorotan utama aksi demonstrasi mahasiswa selama beberapa bulan lalu. Bencana besar Sumatera saat ini, menjadi kekhawatiran besar dengan pelepasan alat yang didapat dari kawasan hutan itu.

Reporter Kholil King

Follow WhatsApp Channel transatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kurang dari 2 Jam, Pelaku Pembunuhan di Sarolangun Berhasil Dibekuk Polisi
Tipikor Polres Merangin Lanjutkan Laporan APM Temuan Dana Swakelola PUPR
Polres Merangin Tetapkan 4 Orang Tersangka Kasus Dana BOS SMA Negeri 6 Merangin
Geram Kasus Pengrusakan Lahan Tak Kunjung ada Kejelasan, Warga Siapkan Aksi “Raport Merah”
Excavator Tetap Berjejer Kampanye Stop PETI Polsek Sungai Manau: Lelucon Terlucu Tahun Ini
Pol PP Bungo Kodim Bute Amankan Alat Berat Excavator Dilokasi Tambang Ilegal Tampa Libatkan Polisi
Lora MS di Pamekasan Bantah Lakukan Kekerasan Seksual
Aktifitas PETI Masih Marak, Sejumlah Massa Geruduk Polres Sarolangun

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 08:37 WIB

Tipikor Polres Merangin Lanjutkan Laporan APM Temuan Dana Swakelola PUPR

Kamis, 12 Maret 2026 - 08:52 WIB

Polres Merangin Tetapkan 4 Orang Tersangka Kasus Dana BOS SMA Negeri 6 Merangin

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:53 WIB

Geram Kasus Pengrusakan Lahan Tak Kunjung ada Kejelasan, Warga Siapkan Aksi “Raport Merah”

Senin, 9 Maret 2026 - 01:17 WIB

Excavator Tetap Berjejer Kampanye Stop PETI Polsek Sungai Manau: Lelucon Terlucu Tahun Ini

Kamis, 5 Maret 2026 - 22:07 WIB

Pol PP Bungo Kodim Bute Amankan Alat Berat Excavator Dilokasi Tambang Ilegal Tampa Libatkan Polisi

Berita Terbaru