Kita coba menulusuri kabar angin yang berhembus soal sosok elit politik yang mendukung penuh terhadap salah satu paslon di Pilkada Pamekasan. Untuk nomor 1 sejauh ini belum dengar siapa tokoh partai politik yang memback up paslon, utamanya dalam financial, dalam artian paslon nomor urut 1 masih mandiri entah mandirinya hasil patungan atau ada sumber dari pengusaha terserah.

Untuk paslon nomor urut dua sejauh ini masih dikenal sebagai paslon termiskin diantara paslon lainnya, karena dianggap tidak punya elit politik atau pengusaha yang memback up pendanaan sehingga gerakan yang dilakukan paslon 2 sejauh ini masih terhitung gotong royong dengan modal Bangkit bersama, maju bersama, pemimpin karismatik, & Pamekasan maju.

Nah! untuk paslon nomor urut 3 yang saat ini sedang viral karena munculnya sosok Said Abdullah di benner-benner paslon, Sosok penguasa dan pengusaha ini dikabarkan all out ke paslon nomor urut 3 termasuk penyokong modal. Sehingga pendukung paslon nomor 3 sementara ini masih santai melakukan berbagai kegiatan karena operasional dinilai mencukupi.

Disamping itu sosok baidowi yang sebelumnya gencar di media sebagai sosok bakal calon juga mencuat di publik bahwa pihaknya juga sebagai salah satu elit politik yang dikabarkan sebagai penyokong opersional Paslon 03  benar tidaknya wallahuh a'lam.

Bagaimana Sikap Pengusaha atau Para Sultan Madura.?

Sejumlah pengusaha di pamekasan mulai bermunculan di benner-benner paslon bahkan tidak jarang satu pengusaha muncul di benner berbeda paslon, entah mereka sama-sama didukung atau sebatas pamit menampilkan gambar di benner. yang pasti yang namanya pengusaha tidak ingin terjebak dalam situasi yang tidak menguntungkan. Sehingga sementara jangan dibahas terlalu mendalam.

Bagaimana Dengan Penyelenggara System di Pilkada Pamekasan.?

Untuk pembahasan yang satu ini sangat penting, mengingat pelaksanaan pilkada ini salah satunya adalah profesiolitas penyelenggara, baik KPUD, BAWASLU, dan APARAT PENEGAK HUKUM. artinya perlu adanya pengawasan bersama selain persoalan di bawah juga persoalan penyelenggara agar tidak terjadi kongkalikong apalagi sampai merugikan salah satu paslon. mengingat kasus pada pemilu kemarin yang cukup menarik perhatian publik bahkan sebagian kasus masih dalam proses di Polres pamekasan berkenaan dengan anggaran yang diduga dipotong. dan beberapa kasus lainnya, harapan bersama pilkada kali ini steril dari permainan oknum yang merugikan paslon juga merugikan uang negara.

Sebagai penutup. Kekuatan Suara saat ini masih diprediksi unggul 02 namun hal ini sebatas prediksi saya, seperti apa hasilnya nanti kita lihat setelah pencoblosan, karena yang pasti upaya paslon 01 dan 03 untuk mengungguli dari paslon 02 nampaknya makin gencar. dan saat ini persaingan ketat berada di paslon 02 & 03, namun bukan berarti paslon 01 dianggap tidak bersaing, bisa saja konflik 02 & 03 akan menguntungkan paslon 01. Sehingga perlu adanya kewaspadaan jelang pilkada bagi setiap timses pasangan calon di pilkada pamekasan.

Catatan Penting: Tulisan ini sebatas iseng saat menikmati kopi hitam yang begitu pahit di pojok simpang tiga kota, namun terasa nikmat saat dicicipi secara perlahan, jangan bawa emosi apalagi frustasi, begitulah politik warung kopi.