Awal mula PPP memunculkan Sosok Ahmadi sebagai bakal calon Bupati pamekasan, benner figur ahmadi bertebaran hampir di semua desa di kabupaten pamekasan, tak lama kudian benner tersebut sirna dan berganti benner sosok Baidowi (Awiek) yang merupakan pengurus DPP PPP. Puluhan Media hampir tiap hari membranding sosok Baidowi sebagai calon Bupati Pamekasan, tetapi ketika sosok Kiai Kholilurrhaman Resmi mendapat rekom dan mencukupi syarat untuk mendaftar, secara perlahan Sosok ini menghilang dari peredaran, entah apa faktor utamanya sehingga tidak jadi berangkat mendaftar ke KPU. apakah memang benar rumor bahwa Baidowi khawatir kalah ketika bertarung langsung dengan sosok mantan bupati Pamekasan ini atau ada alasan lain karena yang pasti operasional yang dikeluarkan untuk membrending figur dan deklarasi dukungan atau pengadaan benner yang bertebaran cukup fantastis.
Tiba-tiba muncullah deklarasi sosok M. Baqir Aminatullah sebagai bakal calon Bupati dari partai PPP, sepertinya ini bagian dari jawaban realistis mundurnya baidowi di kontestasi politik Pamekasan, sehingga munculnya baidowi tidak lagi sebagai bakal calon melainkan sebagai pengurus partai yang mendampingi gerakan M. Baqir Aminatullah. Sosok figur ini terhitung masih berusia 26 tahun, memang belum mempunyai pengalaman dalam kepemerintahan tetapi secara kekuatan, sosok figur ini mampu menguasai massa pendukung yang cukup luar biasa.
Begitupun Partai pengusung Cawabub PDIP. awal mula muncul sosok Sahur Mantan DPRD Pamekasan yang saat ini kembali terpilih yang digadang gadang akan maju sebagai calon dari PDIP, namun pada akhirnya PDIP Mengusung taufadi sebagai representasi dari partai PDIP. saat sosok ini muncul tiba-tiba sontak publik dihebohkan dengan isu Tertangkapnya Taufadi sebagai tersangka dugaan kasus korupsi dana partisipating interest (PI) PT WUS. Namun itu persoalan Jejak digital yang tak perlu dibahas lebih jauh, karena informasi itu sudah beredar di media massa.
Menyatunya PDIP dan PPP secara tidak langsung sudah mempunyai kekuatan massa salah satu pesantren besar di pamekasan dan Organisasi besar di pamekasan, Karena Taufadi merupakan bagian dari organisasi IKA PMII Pamekasan, mau diakui atau tidak penggerak system milik Cawabub kebanyakan alumni organisasi ini sekalipun ada sebagian yang tidak mau menyebut organisasinya.
Bagaimana Situasi gerakan politik di Pamekasan Saat ini?
Situasi gerakan penggalangan dukungan massa saat ini mulai gencar dengan beberapa pola yang dilakukan oleh masing-masing paslon, Pasangan TAUHID nomor urut pertama yang awalnya gencar melakukan gerakan di sejumlah desa di kabupaten pamekasan saat ini mulai senyap, entah ini bagian dari strategi politik atau memang sudah mulai goyang, yang pasti hanya tim Tauhid yang tau persis senyapnya gerakan ini.
Kemudian paslon KHARISMA dan BERBAKTI ini sedang gencar-gencarnya melakukan gerakan, bahkan mulai tercium dari tiga paslon ini mulai ada yang start money politik, entah paslon yang mana yang mulai gencar dan semoga aja masyarakat cerdas dalam menentukan pilihan Pemimpinnya. Anggap aja setiap pemberian amplop dalam sebuah pertemuan atau yang langsung door to door ke rumah warga merupakan rejeki yang selama ini masih tersimpan dan tertunda untuk diterima kalian. Karena soal keputusan saat pencoblosan hanya warga sendiri yang tau, yang terpenting suara untuk pemimpin lima tahun kedepan tidak dijual dengan angka 100-500 ribu biar tidak rugi. Kalau tidak percaya coba aja hitung menggunakan kalkulator harga suara kalian tiap hari berapa rupiah saat kalian menjual hak suara kalian dengan angka nominal diatas.
Dua Kubu Paslon 02 & 03 yang mayoritas didukung oleh tokoh ulama' dan pesantren besar di pamekasan sempat dihebohkan dengan beberapa isu tidak sedap seolah ada pihak-pihak yang mau membenturkan ulama' dan pesantren. Semoga aja tidak terjadi perpecahan ulama' gara-gara persoalan politik sehingga marwah ulama' dan pesantren tetap menjadi panutan umat hingga akhir zaman. dan semoga aja upaya perpecahan ini bukan merupakan strategi pemenangan salah satu paslon.
Dan masyarakat harus sadar, ini persoalan politik bukan persoalan agama sehingga tidak perlu terlalu tegang dan panas, bawa aja santai sambil ngopi memaikan rytme politik yang rasional dan tidak memcah belah. Soal siapa yang menang dan kalah sudah hal biasa resiko pemain. Dan semua paslon saya kira sudah siap dengan segala resiko itu.
Siapa Tokoh Elit Politik yang muncul di pilkada pamekasan.?