Penulis. Muhri Andika

Transatu.id, Opini - Menakar Kekuatan Money Politik dalam Pusaran Pilkada 2024 di Pulau Madura Khususnya Kabupaten Pamekasan, ada tiga paslon yang mendaftar ke KPU Kabupaten pamekasan dan sudah dinyatakan syah sebagai calon. Dengan nomor urut paslon 1 (Fattah Jasin-Mujahid Ansori) Nomor Urut Paslon 2 (Kholilurrahman-Sukriyanto) Nomor Urut 3 (M. Baqir Aminatullah-Taufadi).

Ketiga paslon ini sama-sama memiliki kekuatan luar biasa, nomor urut 1 merupakan calon petarung yang kabar awal beredar di publik soal upaya merangkul partai-partai besar serta tokoh-tokoh berpengaruh di pamekasan termasuk tokoh ulama' bahkan kesiapannya terkait financial tak perlu diragukan apalagi Calon M1 merupakan mantan birokrasi yang melanglang buana di jatim semenjak beberapa tahun silam. Pada akhirnya paslon ini dapat rekom dari partai PKB dan sejumlah partai lainnya.

Sedangkan Calon Wakil paslon 01 Mujahid Ansori juga merupakan politisi ulung, bicara pengalaman dalam sebuah birokrasi juga tidak perlu diragukan karena beliau merupakan anggota DPRD Jatim berulang kali, merupakan mantan  aktivis PMII, sehingga pasangan ini tergolong senior ketika bicara persoalan karir politik dan birokrasi.

Bergeser ke paslon nomor urut 2. Sosok calon M1 yang merupakan mantan Bupati Pamekasan beberapa periode sebelumnya cukup menarik simpati masyarakat seolah masyarakat menunggu sosok K. Kholilurrahman kembali menjabat sebagai Bupati pamekasan, yang pasti setiap perjalanan kepemimpinan ada dua penilaian yang tidak bisa dihindari, yakni penilaian Positif dan penilaian negatif, tetapi masyarakat pasti paham bagaimana perjalanan kepemimpinan K. Kholilurrahman saat menjadi Bupati Pamekasan, apa saja yang jadi dampak positif bagi setiap elemen masyarakat utamanya dalam menentukan kebijakan yang dianggap peduli terhadap masyarakat secara umum.

Calon Bupati ini sempat berpamitan kepada alumni Pondok Pesantren yang dikelola dan simpatisannya untuk tidak ikut dalam kontestasi politik daerah kali ini, sembari ingin kembali ke pesantren, namun di perjalanannya dengan berbagai alasan dan permintaan sejumlah tokoh maskipun beliau awalnya masih berat dengan berbagai keterbatasan utamanya kesiapan modal, akhirnya Bismillah berangkat dan bergandengan dengan Sukriyanto sebagai representasi wilayah pantura.

Bagaimana dengan calon wakil bupati K. Kholilurrahman atau paslon nomor urut 2. Kita lihat jejak digital Sukriyanto, dia merupakan mantan Kepala Desa (Kades) Blaban kecamatan Batumarmar kabupaten Pamekasan selama dua Periode yakni pada tahun 2007 hingga 2019. dia juga merupakan Mantan Sekretaris Perkasa Kabupaten Pamekasan 2013-2019, artinya bicara pengalaman sepertinya cukup mumpuni untuk mengemban amanah sebagai wakil bupati bila ditakdirkan menang di pilkada Pamekasan.

Pasangan ini kemudian dapat rekom dari partai demokrat dan sejumlah partai besar lainnya. Munculnya kiai kholilurrahman sebagai calon bupati pamekasan nampaknya bikin situasi politik pamekasan semakin seru saat suara basis dan dukungan sejumlah tokoh karismatik bermunculan terutama tokoh ulama. Bahkan sempat viral bahwa kiai kholil merupakan calon pemenang dalam pilkada pamekasan, sekalipun hari pelaksanaan pencoblosan masih jauh. Jadi menurut informasi yang beredar apabila pilkada kali ini normal tidak dibentur dengan money poltik yang menggila sosok kiai kholilurrahman -sukriyanto (Kharisma) akan lolos sebagai bupati dan wabup pamekasan 2024-2029.

Nah.! Kali ini kita geser ke pasangan berikutnya, yakni paslon nomor urut 3 dimana paslon ini dapat rekom dari partai PPP dan Partai PDIP dua partai ini sangat kontras sekali, kita coba ingat jejak digital beberapa periode pilkada sebelumnya dimana PPP yang dihuni oleh para tokoh ulama' biasanya tidak sepakat apabila bergandengam dengan Partai PDIP. namun entah kenapa pilkada kali ini dua partai yang awalnya besebrangan tiba-tiba menyatu dan mengusung paslon Berbakti.