Publik menilai, temuan ini menjadi tamparan keras bagi pelaksana program MBG. Alih-alih menjadi contoh makanan bergizi untuk siswa, kasus ini justru memunculkan keresahan baru soal pengawasan dan kualitas makanan yang disajikan.

“Kalau benar ditemukan baut di dalam lauk, berarti ada masalah serius di proses produksinya. Jangan sampai program bergizi ini malah berisiko bagi kesehatan anak-anak,” komentar seorang aktivis pendidikan di Pamekasan.