"Di Pamekasan saja banyak dokter spesialis tidak mau ditempatkan di RSUD Waru atau di Puskesmas Batumarmar. Mereka maunya kembali ke kota. Ini kendalanya terutama masalah insentif," ungkap Yayak.

 

Keponakan Mahfud MD ini juga menyarankan berbagai Pemkab di Indonesia, khususnya di Pamekasan agar mengalokasikan anggaran khusus kesehatan yang digelontorkan dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

 

Misalnya mengalokasikan 10 persen dari APBD Pemkab untuk kesehatan yang dikhususkan penambahan insentif dokter yang bertugas di pelosok, pemberian beasiswa kedokteran, pengadaan alat kesehatan, pembangunan rumah sakit atau penambahan fasilitas kesehatan.