Pamekasan, Transatu – Aksi penipuan dengan mencatut nama institusi militer kembali terjadi. Kali ini, nama satuan TNI hingga pejabat aktif dijadikan alat untuk meyakinkan korban dalam modus pesanan fiktif yang merugikan puluhan juta rupiah.
Korban, Lutfiadi, pengusaha muda asal Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan, mengaku ditipu oleh dua orang yang mengaku sebagai staf satuan TNI di Pamekasan serta pihak suplier dari Sampang.
Pelaku pertama mengaku berasal dari Batalyon Infanteri Kompi A Yonif 516 dan menawarkan kerja sama pengadaan barang kebutuhan militer, mulai dari banner, pelumas senjata hingga headset taktis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk memperkuat aksinya, pelaku menunjukkan dokumen yang mencatut nama satuan TNI serta Komandan Kodim Pasuruan 0819 Letkol Inf Boga Bramiko. Dokumen tersebut belakangan diketahui palsu.
Tak hanya itu, korban juga diarahkan kepada seseorang bernama Kevin yang mengaku sebagai suplier dari perusahaan Sumber Graha Sejahtera di Sampang.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







