MERANGIN, Transatu.id — Pertemuan Bupati se Jambi Barat di Rumah Dinas Bupati Merangin, menimbulkan spekulasi atur Strategi menjelang Pilgub Jambi 2030.
Pertemuan itu dikemas dengan silaturahmi lebaran idul Fitri 1447 H Senin (23/03/2026), makan bersama tertawa bersama.
Berbagai pemberitaan itu muncul dengan judul yang berbeda di media online, pertemuan itu bahas apa?..
Namun dibanjiri komentar netizen karena dikaitkan dengan perpecahan belah Jambi barat adu kekuatan tokoh-tokoh penrsial.
Seperti dikomentari Umar Al-Faruq,
Dari sini kita belajar kalau pejabat di negara ini hanya memikirkan nasip mereka bukan memikirkan Nasip rakyat.
pemilu masih 3 tahun lagi mereka SudaH kasak kusuk memikirkan bagaimana cara mendapatkan kursi bukanya sibuk ngurusin masalah daerahnya masing masing.
Dilanjutkan Abdul Somad, Tidak memikirkan rakyat partai-partai politik ini hanya memikirkan siapa calon pemimpin yang akan datang hanya itu yang ado dibenaknyo, padahal baru dipilih gubernur lah mulai mikir siapo gubenur akan datang hanya itu yg ado dibenaknyo.
Bahkan Eka Puspita Sari, mengatakan Ini sepertinya jambi mau di pecah dua. 6 pemimpin kabupaten yang hadir.
Ada juga komentar dari warga Tanjab Barat Putra Kaje, menyampaikan Terserah lah nak janji politik pilihan tetap bupati tanjab barat.
Rahman ikut juga komentar, jadilah Anda Pemimpin ynlang Mampu mempersatu Negeri Jambi. Bukan Yang Mengkotak- Kotakan Jambi, Karena Jambi itu dari Telun Berasap Kerinci, Hingga Ombak Badebuh Ujung Jabung.
Namun berbeda Dengan Azwir Bangko miminta Urus merangin dulu. Dilanjutkan dengan Arsyad Bersihkan lobang di jalan – jalan di kabupaten merangin dulu baru lanjut propinsi jgn seperti pendahulu sebelum sukur janji mulu rialisasi dakdo jalan tetap bolong trus.
Sebelumnya Terpantau pada hari Senin (23/03) para kepala daerah dari Jambi Wilayah Barat tampak berkumpul di rumah dinas Bupati Merangin, M. Syukur.
Pertemuan tersebut sontak memicu spekulasi dan pembicaraan hangat publik terkait konsolidasi politik menuju kursi Jambi 1.
Para tokoh yang hadir bukan figur sembarangan. Tercatat ada Bupati Sarolangun Hurmin, Bupati Bungo Dedi Putra, Bupati Tebo Agus Rubiyanto, Bupati Kerinci Monadi, serta Wali Kota Sungaipenuh Alfin Bakar.
Berkumpulnya para pemegang basis massa di wilayah barat ini dianggap banyak pihak sebagai sinyal cikal bakal terbentuknya kesepahaman strategis.
Meski dikemas dalam tajuk halal bihalal Idul Fitri 1447 H, kehadiran para bupati ini sulit dilepaskan dari konteks politik praktis.
Sebelumnya, di penghujung puasa Ramadhan 1447 H yang telah lalu, sejumlah awak media melaksanakan buka bersama dan menggaungkan nama Bupati Batang Hari Muhammad Fadhiel Arif sebagai calon Gubernur Jambi yang memperkenalkan diri melalui Nilwan Yahya di sebuah restoran Kota Bangko.
Namun berita isu kekompakan Jambi barat mengingatkan peristiwa berapa tahun silam pernah terjadi pertemuan hal yang. Yang dilakukan Bupati Merangin Al Haris, bupati Bungo Mashuri, bupati tanjung Jabung Timur Romi, Masnah dan Adi Rozal.
Peristiwa itu tidak lupa dari ingatan rakyat Jambi janji-janji politik kerap dilupakan setelah mereka memang di Pilgub Jambi nanti.
Maka mereka mulai mengatur strategi Jambi barat apa Jambi Timur yang akan memenangkan BH 1 Jambi.
1447









