IMG_20260220_212824
previous arrow
next arrow

Mangkir dari Panggilan DPRD Jatim, Nur Faizin Minta Tim Pansel Bank Jatim Bersikap Kooperatif

- Jurnalis

Sabtu, 17 Mei 2025 - 01:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Nur Faizin.

Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Nur Faizin.

TRANSATU.ID,SURABAYA – Komisi C DPRD Jawa Timur menaruh atensi terhadap Bank Jatim. Beberapa kali, Komisi C memanggil jajaran Direksi dan Komisarisnya, tidak terkecuali Tim Panitia Selesksi (Pansel) Bank Jatim.

Kehadiran Tim Pansel Bank Jatim menjadi perioritas anggota Komisi C untuk membicarakan persoalan Bank Jatim. Namun sayangnya, Ketua Tim Pansel Prof Muhammad Nuh tidak hadir dalan rapat bersama komisi C ini.

Anggota Komisi C DPRD Jatim Nur Faizin mengatakan, kehadiran Prof Nuh sapaan akrabnya sangat diharapkan. Apalagi Prof Nuh tidak kali pertama menjadi Tim Pansel Bank Jatim, namun sebelumnya ia juga pernah menjadi Tim Pansel yang menseleksi jajaran direksi dan komisaris Bank Jatim yang saat ini menjabat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Direksi dan Komisaris yang saat ini menjabat adalah hasil produk dari Prof Nuh yang dulu menjadi Tim Pansel. Maka tentu kami menyesalkan ketidakhadiran Prof Nuh, seperti melepas tanggungjawab, apalagi saat ini Prof Nuh kembali menjadi Tim Pansel,” kata Nur Faizin, Jumat, 16 Mei 2025.

Baca Juga :  Jalan Adirasa Kini Bebas Banjir, Warga Bumi Sumekar Ingin Fauzi Terpilih Lagi Jadi Bupati 

Politisi PKB ini mengatakan, pihaknya ingin memaparkan persoalan pelik Bank Jatim kepada Prof Nuh sebagai akibat buruknya managemen Bank Jatim dibawah pimpinan Direksi dan Komisaris yang dulu dipilihnya itu.

Diakuinya, sejak kasus Kredit Fiktif Bank Jatim cabang Jakarta mencuat, dan pihaknya mengusulkan Panitia Khusus (Pansus), banyak laporan dari internal Bank Jatim yang masuk kepadanya. Salah satunya terkait sistem manajemen target kredit oleh Account Officer (AO) yang dinilai membebani, di mana setiap AO disebut ditargetkan menyalurkan kredit sebesar Rp2,5 miliar.

“Jika target AO itu tidak tercapai maka managemen Bank Jatim mengevaluasi mereka. Ini kan tidak masuk akal. Kalau target AO Bank Jatim berikan ke cabang yang ada di kota besar seperti di Surabaya masih masuk akal, lah gimana nasib AO yang ada cabang daerah? Apakah mereka bisa memenuhi target itu?” ujarnya.

Baca Juga :  Datang Sebagai Saksi Pulang Dijadikan Tersangka Pencemaran Nama Baik, Polsek Kadur Kapan Gelar Perkara?

Tidak hanya persoalan target AO yang tinggi, masih banyak laporan yang diterimanya. Seperti terdapat dugaan bahwa beberapa kredit yang disalurkan merupakan hasil intervensi langsung dari pihak manajemen puncak dan terkesan dipaksakan.

Praktik ini diduga menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka kredit macet di Bank Jatim dalam beberapa waktu terakhir.

“Ini bukan sekadar masalah teknis, tapi menyangkut tata kelola yang lemah dan potensi penyalahgunaan kewenangan. Kredit yang dipaksakan tanpa analisis risiko yang tepat tentu akan berdampak langsung pada performa keuangan bank,” ujarnya.

Laporan ini, masih kata Nur Faizin semakin menambah daftar panjang persoalan yang dinilai mencerminkan lemahnya pengawasan dan kultur organisasi di tubuh manajemen bank.

Baca Juga :  Ketua DPRD Pandeglang Hadiri Pelaksanaan Try Out Siswa-siswi Pandeglang

Oleh karenanya, pihaknya mendesak agar jajaran direksi dan komisaris yang saat ini menjabat untuk tidak kembali mencalonkan sebagai direksi maupun komisaris. Hal ini sebagai tanggung jawab atas buruknya managemen Bank Jatim di bawah kepemimpinan mereka.

Semua direksi dan komisaris yang sekarang menjabat tidak boleh mencalonkan dan dicalonkan lagi, sebagai  bentuk tanggung jawab moril, itu penting untuk mengembalikn kepercayaan publik,” ujarnya.

Pihaknya pun menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap manajemen Bank Jatim adalah langkah mutlak yang harus segera dilakukan. Mereka juga mendesak agar jajaran direksi dan komisaris bersikap kooperatif dan hadir dalam panggilan resmi selanjutnya guna menjelaskan berbagai persoalan yang kini menjadi perhatian publik.

Follow WhatsApp Channel transatu.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Camat Pastikan, Bupati Tebo Akan Temui Perwakilan Warga Sungai Bengkal Pasca Lebaran
Ribuan Warga Bangkalan Terima Bantuan Sembako dari Bank BRI
Ungkap Kasus Pembacokan di Desa Rek-Kerek, Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Oknum Kiai
Fadhil Arief Mulai Panaskan Mesin Politik Menuju Gubernur Jambi 2030
Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 H, RSUD dr H. Moh Anwar Sumenep Layani IGD 24 Jam
Jelang Lebaran Idul Fitri 2026, PR. Pandawa Tunggal Bagikan THR dan Parcel
Baru Selesai Dibangun Lampu Taman Rp3 Miliar di Sebelah Polres Mati, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek
Warga Sungai Bengkal Kepung Kantor Camat, “Tolak Klaim Wilayah Teluk Rendah Pasar”

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 03:23 WIB

Camat Pastikan, Bupati Tebo Akan Temui Perwakilan Warga Sungai Bengkal Pasca Lebaran

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:25 WIB

Ribuan Warga Bangkalan Terima Bantuan Sembako dari Bank BRI

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:08 WIB

Ungkap Kasus Pembacokan di Desa Rek-Kerek, Polres Pamekasan Tangkap Tersangka Oknum Kiai

Rabu, 18 Maret 2026 - 15:58 WIB

Fadhil Arief Mulai Panaskan Mesin Politik Menuju Gubernur Jambi 2030

Rabu, 18 Maret 2026 - 07:56 WIB

Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 H, RSUD dr H. Moh Anwar Sumenep Layani IGD 24 Jam

Berita Terbaru