Selamatkan Industri Tembakau Madura, HPTM Pilih Jalan Dialog
Kamis, 1 Januari 1970 | 07:00 WIB
Foto: Dokumentasi Transtu.id
Pamekasan, Transatu – Arah gerakan Himpunan Petani Tembakau Madura (HPTM) berubah. Rencana aksi demonstrasi besar-besaran ke kantor Bea Cukai Madura yang semula dijadwalkan Rabu (8/10/2025), batal dilakukan. Para petani dan pelaku industri rokok lokal akhirnya memilih jalur audiensi, langkah yang dinilai lebih strategis dibanding turun ke jalan.
Keputusan ini lahir setelah diskusi panjang. Koordinator Lapangan HPTM, Zaini Wer-wer, menegaskan bahwa audiensi bukan tanda menyerah, melainkan cara agar aspirasi tetap tersampaikan dengan damai.
“Kami ingin menghindari kesan bahwa Pamekasan adalah pusat rokok ilegal. Perjuangan harus pakai strategi, bukan sekadar teriak di jalan,” ujarnya.
Zaini menilai isu rokok ilegal di Madura kerap dilebih-lebihkan. Padahal, menurutnya, persoalan serupa juga ada di daerah lain, namun perhatian publik justru seolah hanya tertuju ke Pamekasan.
“Seakan-akan Madura ini dijadikan kambing hitam. Banyak pabrik kecil di luar, tapi yang disorot kami terus,” tambahnya.
Meski ada keresahan akibat operasi razia, HPTM mengakui tindakan aparat Bea Cukai selama ini masih relatif humanis. Hal inilah yang membuat mereka menahan diri untuk tidak melakukan aksi besar yang berpotensi memicu ketegangan.
“Kalau sampai gerakan kami memancing pengetatan operasi, itu bisa merugikan semua pihak,” jelas Zaini.
Namun, HPTM tetap menegaskan sikap waspada. Mereka siap turun ke jalan jika di kemudian hari aparat bertindak arogan atau merugikan masyarakat.
“Kami bukan anti aturan, tapi kalau ada tindakan kasar, kami juga akan melawan,” tegas Zaini.
Gerakan ini sejatinya bukan sekadar soal rokok, melainkan tentang ekonomi Madura. Ribuan petani, buruh, hingga pengusaha kecil menggantungkan hidup dari industri hasil tembakau.
“Kami butuh pembinaan, bukan pemusnahan usaha kecil. Kalau industri ini mati, Madura kehilangan sumber hidupnya,” ungkapnya.
Sebelumnya, HPTM telah menyuarakan protes dengan memasang sekitar 500 banner di titik-titik strategis di Pamekasan. Pesan di spanduk tersebut menggambarkan keresahan mereka, mulai dari “Selamatkan Industri Hasil Tembakau Madura” hingga kritik terhadap mafia rokok impor.
Melalui audiensi, HPTM berharap komunikasi dengan Bea Cukai bisa menghasilkan solusi nyata tanpa mengorbankan stabilitas sosial dan ekonomi di Madura.