Pamekasan, Transatu – Aktivitas dapur penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG) di bawah pengelolaan Yayasan Pemuda Penggerak Desa Klompang Barat, Kecamatan Pakong, kembali menuai kritik, Minggu (30/11/2025).
Limbah cair dari dapur tersebut dikeluhkan warga karena diduga dibuang sembarangan hingga mencemari lingkungan pemukiman.
Sejumlah warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi dapur menilai bahwa pengelolaan limbah tidak mengikuti standar kebersihan dan kesehatan lingkungan. Genangan air kotor dengan aroma menyengat kerap terlihat di area pembuangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sudah beberapa kali kami melihat air limbah itu hanya dialirkan ke pinggir rumah warga. Baunya menusuk dan sangat mengganggu,” ungkap salah satu warga berinisial S, Sabtu (29/11/2025).
Menurutnya, kondisi tersebut semakin memprihatinkan karena kawasan ini merupakan wilayah yang setiap tahun rawan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Ia menilai, jika tidak ditangani serius, limbah ini bisa menjadi pemicu meningkatnya populasi nyamuk.
“Kami bukan menolak programnya, tapi limbah yang dibiarkan begitu saja jelas membahayakan. Jangan sampai program untuk kesehatan malah memunculkan masalah kesehatan baru,” tegas S.
Warga mengaku telah menyampaikan keluhan baik kepada pihak desa maupun pengelola yayasan. Namun, mereka merasa respons yang diberikan masih sebatas janji tanpa tindakan nyata.
“Kami sudah capek menyampaikan, tapi seperti tidak dianggap. Setidaknya lakukan perbaikan pembuangan limbah, supaya kami bisa hidup nyaman,” tambahnya.
S berharap pemerintah desa turun tangan dan melakukan inspeksi serta memberikan pembinaan kepada pihak yayasan agar pengelolaan limbah dilakukan sesuai aturan.
“Lingkungan yang bersih adalah hak seluruh warga. Jangan tunggu ada yang sakit dulu baru bertindak,” pungkasnya.







