BK menilai, transparansi penetapan harga TBS sangat penting agar masyarakat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Karena itu, DPRD Tebo ingin menghadirkan seluruh pihak terkait dalam satu forum guna mencari solusi bersama.
“Kami ingin semuanya terbuka. Kalau memang ada faktor pasar, silakan dijelaskan. Tapi kalau ada hal-hal yang merugikan petani, tentu harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Menurut BK, sektor perkebunan sawit merupakan salah satu penopang utama ekonomi masyarakat Tebo. Karena itu, pemerintah daerah bersama perusahaan diminta tetap memperhatikan nasib para petani agar tidak terus menjadi pihak yang paling dirugikan setiap terjadi penurunan harga.
“Kami di DPRD tentu berpihak kepada masyarakat. Harapan kami, persoalan ini segera mendapatkan kejelasan sehingga keresahan petani tidak semakin meluas,” tutup BK. (*)
